Sementara itu, Ketua Umum Paguyuban Wong Semarang (Pawon Semar) Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatanyang bertajuk Harmoni Kota Semarang.
“Pentingnya menjaga persatuan, memperkuat silaturahmi serta melestarikan nilai budaya sebagai identitas masyarakat Semarang,”tegasnya.
Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Kegiatan Harmoni Semarang diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat jejaring sosial dan budaya masyarakat, sekaligus mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Acara yang berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya dan partisipasi aktif masyarakat,”ujarnya.
Hendardji Supandji mengamini formula yang diterapkan Pemkot Semarang membuat kota ini kian disegani di kancah nasional, baik dari sektor ekonomi maupun pariwisata berbasis budaya.
”Budaya adalah perekat masyarakat. Ketika budaya tumbuh dan dihargai, maka persatuan, kebersamaan, dan kemajuan kota akan tumbuh bersama. Semarang telah menunjukkan hal itu dan kami berharap capaian ini terus berlanjut,”tuturnya .@wn

