Di sektor perusahaan pembiayaan, penyaluran dana mencapai Rp46,29 triliun. Meski mengalami koreksi tahunan sebesar 2,17 persen, angka tersebut masih menunjukkan pertumbuhan 1,41 persen sejak awal tahun.
“Pembiayaan banyak mengalir ke sektor perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, pertanian, hingga usaha akomodasi dan makanan-minuman,” ungkapnya
Minat masyarakat Jawa Timur terhadap investasi juga terus meningkat. Hingga April 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 2,99 juta, atau tumbuh 60,47 persen secara tahunan. Capaian itu menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia.
Kinerja positif turut ditunjukkan Securities Crowdfunding (SCF) dengan dana terhimpun mencapai Rp65,79 miliar atau melonjak 61,66 persen dibanding tahun lalu.
Sementara itu, industri asuransi membukukan pendapatan premi sebesar Rp6,79 triliun selama Januari-April 2026, naik 20,61 persen. Adapun dana pensiun yang berkantor pusat di Jawa Timur mencatat total aset Rp4,61 triliun atau tumbuh 4,05 persen.
Menurut Horas, berbagai capaian tersebut menunjukkan sektor jasa keuangan Jawa Timur tetap solid. “Dan yang terpenting, mampu menjadi penopang ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung,” pungkasnya. ANto

