Rianto menyampaikan bahwa perjalanan Sampoerna selama lebih dari 113 tahun menunjukkan bahwa keberlanjutan usaha tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan bisnis, tetapi juga oleh konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai perusahaan.
“Pengalaman kami menunjukkan bahwa membangun usaha bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai dijalankan secara konsisten dalam setiap proses,” ujarnya.
Ia menambahkan, hubungan industrial yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan tumbuh melalui kepercayaan, dialog, dan kolaborasi yang dibangun secara berkelanjutan. Selain itu, perusahaan juga terus mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan, termasuk program Sampoerna Karya Bangsa yang berfokus pada penguatan kewirausahaan, pelatihan vokasi, dan pengembangan keterampilan kerja.
“Kami percaya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk memperkuat praktik hubungan industrial yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sekaligus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berdaya saing,” kata Rianto.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan yang memuat praktik-praktik baik implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial di Indonesia, khususnya di Sampoerna.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow lintas pemangku kepentingan bertema Internalisasi Pancasila dan Hubungan Industrial yang Harmonis, Produktif, dan Transformatif.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan produktivitas, serta mendukung transformasi dunia kerja Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Caption
“Sinergi Pilar Bangsa: Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila” yang diselenggarakan di PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) Plant Rungkut 1, Surabaya. Selasa (30/6). Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila dalam hubungan industrial sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja. Nang

