Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Optimalisasi Layanan Terminal Teluk Lamong Dorong Kelancaran Arus Logistik Jawa Timur

Optimalisasi Layanan Terminal Teluk Lamong Dorong Kelancaran Arus Logistik Jawa Timur

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Kian padatnya arus keluar-masuk petikemas di Jawa Timur menempatkan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) di garda terdepan dalam menjaga efisiensi logistik. Perusahaan mencatatkan lonjakan trafik kapal yang signifikan, sebuah sinyal kuat bahwa sektor perdagangan nasional tetap tangguh dan terus bergeliat meski dihadapkan pada tantangan ekonomi global yang kompleks. Selasa (30/06).

Dalam merespons kebutuhan mendesak para pelaku industri akan kepastian waktu sandar, TTL kini mempercepat transformasi operasionalnya. Langkah strategis ini difokuskan untuk menjamin ketepatan jadwal kapal, guna memastikan konektivitas rute pelayaran berjalan tanpa hambatan dan efisiensi rantai pasok tetap terjaga dengan maksimal.

Menjawab tantangan tersebut, TTL menerapkan sistem Berthing Window guna menciptakan pola pelayanan kapal yang lebih terencana, tepat waktu, dan andal.

Berthing Window merupakan sistem penjadwalan sandar kapal melalui alokasi waktu tertentu yang telah ditetapkan. Melalui sistem ini, kapal memperoleh slot waktu kedatangan yang lebih pasti sehingga dapat mengurangi waktu tunggu kapal atau waiting time, sekaligus menekan waktu singgah kapal atau port stay selama proses bongkar muat berlangsung.

Saat ini, implementasi Berthing Window telah berjalan di TPK Teluk Lamong dan TPK Nilam. Selanjutnya, sistem ini dijadwalkan mulai diterapkan di TPK Berlian pada 1 Juli 2026.

Di TPK Berlian, skema Berthing Window dirancang dengan pola 7 hari, 5 hari, dan 3,5 hari. Untuk kapal di luar pola tersebut, pelayanan akan diatur melalui program Berthing Priority, yaitu mekanisme prioritas sandar di dermaga berdasarkan booking yang telah dilakukan oleh pihak pelayaran.

Agar sistem ini berjalan optimal, pihak pelayaran diwajibkan menyampaikan pembaruan jadwal kedatangan kapal atau estimated time of arrival secara berkala.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kepastian layanan bagi pengguna jasa.
“Guna mendukung implementasi ini, kami akan mengoptimalkan empat tambatan sebagai dedicated berthing window. Langkah ini diambil untuk memastikan alokasi sandar kapal berjalan lebih terjadwal, tertata, dan efektif,” ujar Burhanudin.

Sistem Berthing Window dan Berthing Priority yang akan diimplementasikan di TPK Berlian telah disosialisasikan kepada seluruh stakeholder dan pengguna jasa pada Senin, 22 Juni 2026, di Shangri-La Hotel Surabaya. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan sharing session bersama para pelanggan, di antaranya PT Salam Pacific Indonesia Lines, PT Meratus Line, PT Tanto Intim Line, PT Temas Shipping, PT Indo Container Lines, PT PPN Panurjwan, PT Caraka Tirta Perkasa, dan PT Mentari Mas Multimoda.

“Sosialisasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan kepastian jadwal dan kecepatan layanan kepada seluruh pengguna jasa. Melalui Berthing Window dan Berthing Priority, kami ingin menciptakan ekosistem operasional pelabuhan yang lebih transparan, tertata, dan efisien, yang pada akhirnya dapat mendukung penurunan biaya logistik,” tambah Burhanudin.

Penerapan sistem ini juga didukung oleh infrastruktur teknologi informasi, sehingga pelanggan dapat memantau jadwal operasional secara digital. Langkah ini sejalan dengan visi transformasi PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menstandardisasi layanan serta meningkatkan produktivitas di seluruh terminal petikemas.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita