CIMAHI, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto–Baros. Selama proyek berlangsung, kendaraan bertonase besar dipastikan tidak dapat melintasi kawasan Gatot Subroto (Gatsu) dan akan dialihkan ke jalur alternatif.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menjelaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas akan dimulai bersamaan dengan dimulainya pekerjaan fisik proyek oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Saat ini, proses pembangunan masih menunggu selesainya tahapan pengadaan yang dilakukan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.
“Kami masih menunggu informasi dari Bina Marga Provinsi terkait jadwal dimulainya pekerjaan konstruksi. Informasi yang kami terima saat ini masih dalam tahap pengadaan,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), tahap awal pembangunan akan diawali dengan pembuatan jalan sementara di sisi kanan ruas Jalan Gatot Subroto.
Setelah jalur tersebut selesai dibangun, seluruh arus kendaraan akan dipindahkan ke jalan sementara agar proses pembangunan underpass dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas secara keseluruhan.

