Masukan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pengguna jasa yang berharap peningkatan kapasitas terminal melalui peralatan baru dapat berdampak langsung pada perbaikan layanan receiving dan delivery, termasuk percepatan penanganan peti kemas yang memerlukan proses pemeriksaan karantina maupun layanan di area CFS.
“Bagi kami, keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pelanggan merasakan manfaat dari setiap upaya perbaikan yang kami lakukan. Karena itu, setelah proses upgrade selesai, prioritas lanjut TPS adalah menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pelanggan melalui operasional yang lebih produktif dan efektif,” ungkap Bayu.
Selain peningkatan kualitas layanan, kehadiran peralatan baru juga diproyeksikan akan mendorong pertumbuhan throughput terminal. Menyikapi potensi peningkatan arus peti kemas tersebut, TPS telah menyiapkan berbagai langkah dalam pengelolaan lalu lintas terminal, optimalisasi lapangan, penataan alur kendaraan, serta penguatan pemanfaatan sistem digital untuk menjaga kelancaran arus barang dari dan menuju pelabuhan.
Sebagai bagian dari Pelindo Grup, TPS akan terus melanjutkan transformasi operasional melalui peningkatan infrastruktur, digitalisasi layanan, serta penguatan budaya pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. TPS meyakini bahwa pelabuhan yang efisien dan kompetitif hanya dapat terwujud melalui kolaborasi yang erat antara operator terminal, regulator, dan seluruh pelaku logistik.
“Selesainya proses peremajaan ini merupakan langkah awal menuju layanan yang lebih baik. Kami mendengar masukan pelanggan, memahami tantangan yang dihadapi, dan berkomitmen menjadikan peningkatan layanan sebagai prioritas utama. Dengan dukungan fasilitas dan peralatan yang telah ditingkatkan serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, TPS siap melayani kembali dengan memberikan layanan yang lebih andal, produktif, dan mendukung kelancaran logistik nasional,” tutup Bayu. (SNT)

