BOGOR, KANALINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan kota yang bersih dan berkelanjutan. Menjelang penilaian lapangan Program Bogorku Bersih Tahun 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, secara resmi membuka Workshop Bogorku Bersih di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (15/7/2026).
Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengapresiasi konsistensi Radar Bogor yang selama 11 tahun terakhir terus menggelar Program Bogorku Bersih.
Menurutnya, program tersebut telah menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus meningkatkan kesadaran lingkungan melalui edukasi dan berbagai bentuk insentif.
Ia menilai, gerakan tersebut kini semakin kuat dengan hadirnya kebijakan pemerintah yang akan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bogor sebagai solusi pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir.
“Luar biasa, Bogorku Bersih sudah berjalan selama 11 tahun. Insyaallah, dengan dukungan semua pihak, pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir akan semakin optimal melalui pembangunan PSEL. Hebatnya, Kota Bogor menjadi satu-satunya daerah yang akan memiliki dua fasilitas PSEL,” ujar Dedie.
Menurutnya, persoalan sampah bukan sekadar urusan teknis pengangkutan atau pengolahan, melainkan juga mencerminkan tingkat peradaban masyarakat.
Karena itu, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan perubahan budaya dan kebiasaan masyarakat dalam memilah serta mengelola sampah sejak dari sumbernya.

