Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BOGOR

Bogorku Bersih 2026 Dimulai, Sampah Bukan Sekadar Limbah, Tapi Cermin Peradaban

Bogorku Bersih 2026 Dimulai, Sampah Bukan Sekadar Limbah, Tapi Cermin Peradaban

Sementara itu, CEO Radar Bogor sekaligus Penanggung Jawab Program Bogorku Bersih, Nihrawati, menjelaskan bahwa kategori perlombaan pada tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun, jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan setelah proses verifikasi.

Sebanyak 151 peserta dinyatakan lolos, terdiri dari 51 perumahan swadaya, 27 bank sampah, 27 perumahan teratur, 17 perumahan tepi sungai, 15 SMP, dan 14 SD.

Selain itu, jumlah kelurahan yang berpartisipasi juga melonjak menjadi 62 kelurahan, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya diikuti 26 kelurahan.

Peserta berasal dari 17 kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, 14 kelurahan di Bogor Barat, 10 kelurahan di Tanah Sareal, delapan kelurahan di Bogor Tengah, delapan kelurahan di Bogor Utara, dan lima kelurahan di Bogor Timur.

Menurut Nihrawati, fokus utama penilaian tahun ini adalah penerapan sistem pemilahan sampah sejak dari sumber, kedisiplinan masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik, penguatan sistem pengelolaan sampah, penerapan ekonomi sirkular melalui bank sampah, serta partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Penilaian tahun ini lebih menitikberatkan pada pengelolaan sampah organik dan anorganik yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada kelurahan dengan jumlah peserta terbanyak. Kelurahan Sindangrasa menjadi yang tertinggi dengan 12 peserta, disusul Kelurahan Cibogor tujuh peserta, Mulyaharja dan Kedung Badak masing-masing lima peserta, Tanah Sareal dan Ciparigi masing-masing empat peserta, serta Balumbang Jaya, Pasir Kuda, dan Kencana yang masing-masing mengirimkan tiga peserta.

Tahapan penilaian lapangan akan berlangsung mulai Juli hingga September 2026 dan disertai pendampingan kepada seluruh peserta.

Diharapkan, proses tersebut tidak hanya menghasilkan kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi ruang berbagi inovasi dan praktik terbaik dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh kelurahan yang telah berpartisipasi. Semoga proses penilaian ini mampu memotivasi seluruh peserta untuk terus berinovasi dan saling menginspirasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tutup Nihrawati.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita