SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Puluhan warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, mengucapkan syukur, hal tersebut diimplementasikan dalam kerja bakti bersama menjelang dimulainya pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Minggu (19/7/2026). Rasa syukur itu mereka ungkapkan setelah harapan selama kurang lebih empat tahun akhirnya terwujud melalui bantuan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP.
Warga bergotong royong membersihkan enceng gondok dan merapikan area sekitar lokasi pembangunan sebagai persiapan dimulainya pekerjaan pada Senin (20/7/2026). Mereka berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga selesai.
Pembangunan jembatan akan diawali dengan pemasangan box culvert menggunakan alat berat. Jembatan yang sebelumnya hanya berupa konstruksi bambu dan balok kayu akan dibangun menjadi jembatan cor beton sepanjang 7,20 meter dengan lebar 3,60 meter agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari inspeksi mendadak Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., pada 10 Juli 2026. Saat itu, Mimik turun langsung meninjau kondisi jembatan setelah menerima keluhan warga mengenai akses penghubung antardesa yang telah lama rusak.
Dalam kunjungannya, Mimik menyampaikan bahwa pembangunan jembatan akan dibantu menggunakan dana pribadi tanpa membebani APBD Kabupaten Sidoarjo, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu proses penganggaran yang lebih lama.
Perwakilan warga, Cak Toyo, mengaku terharu dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian Wakil Bupati Sidoarjo yang dinilai cepat merespons kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, setelah bertahun-tahun menunggu akhirnya jembatan ini segera dibangun. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Wakil Bupati Mimik Idayana yang telah membantu mewujudkan harapan warga,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan, warga bahkan berencana menamai jembatan tersebut dengan sebutan “Jembatan Mak Mimik”.
Pembangunan jembatan juga melibatkan partisipasi masyarakat melalui kerja bakti dan swadaya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proses pembangunan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar satu bulan.
Keberadaan jembatan permanen itu diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga Kedungbanteng dan Balongdowo, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta meningkatkan keselamatan pengguna yang selama ini harus melintasi jembatan darurat berbahan bambu dan kayu.

