Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Polisi Sweeping Sejumlah Kelompok, Amankan Senjata Tajam Pasca Insiden Matraman

Polisi Sweeping Sejumlah Kelompok, Amankan Senjata Tajam Pasca Insiden Matraman

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Aparat kepolisian bergerak cepat mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan setelah insiden keributan antar kelompok yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Petugas melakukan patroli intensif dan penyisiran di sejumlah lokasi yang dinilai rawan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya aksi balasan yang berpotensi kembali memicu konflik antar kelompok.

Dalam kegiatan pengamanan tersebut, polisi mengamankan sejumlah orang untuk menjalani pemeriksaan. Petugas juga menemukan dan menyita beberapa senjata tajam yang diduga dibawa untuk kepentingan aksi kekerasan.

Benda-benda tajam yang ditemukan kemudian diamankan sebagai barang bukti. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui asal-usul serta tujuan kepemilikan senjata tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif guna menjaga situasi tetap kondusif sekaligus mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas.

“Kami melakukan upaya pencegahan agar tidak terjadi konflik lanjutan. Setiap orang yang kedapatan membawa senjata tajam akan kami periksa sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” ujar pihak kepolisian.

Sebelumnya, bentrokan antar kelompok dilaporkan terjadi di wilayah Matraman pada Minggu pagi. Keributan tersebut diduga dipicu oleh aksi perusakan terhadap pedagang nasi uduk serta suara bising knalpot sepeda motor di kawasan Matraman Dalam.

Situasi yang sempat memanas membuat aparat kepolisian turun langsung ke lokasi. Petugas kemudian berupaya membubarkan massa dan mengendalikan keadaan agar bentrokan tidak meluas.

Pasca kejadian, aparat terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok massa. Pengamanan juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi susulan maupun balas dendam.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas kelompok atau pergerakan massa yang berpotensi mengganggu keamanan diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Hingga Minggu malam, personel kepolisian bersama unsur TNI masih melakukan patroli dan pengamanan di sekitar lokasi yang sebelumnya menjadi titik bentrokan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya kembali aksi kekerasan.

Penulis : Fahmi615

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita