Ia menilai, keberadaan mangrove memiliki manfaat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi terhadap berbagai risiko bencana dan dampak perubahan iklim.
Dalam konteks industri perasuransian, kata Antonius, kepedulian terhadap lingkungan juga memiliki keterkaitan erat dengan pengelolaan risiko.
“Melalui kolaborasi dengan regulator, asosiasi, perusahaan asuransi, reasuransi, broker, dan institusi pendidikan, kami berharap kesadaran terhadap mitigasi risiko lingkungan semakin meningkat. Mangrove bukan hanya menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana dan mendukung keberlanjutan lingkungan hidup,” katanya.
Apresiasi terhadap konsistensi STMA Trisakti juga disampaikan Ketua Umum AAUI, Budi Herawan. Ia menilai, peringatan International Mangrove Day dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh pemangku kepentingan terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“International Mangrove Day menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. AAUI mengapresiasi STMA Trisakti yang secara konsisten menjadikan kegiatan penanaman mangrove sebagai agenda tahunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK, Munawar Kasan, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan terhadap risiko bencana.
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan yang terjaga dapat membantu mengurangi potensi dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana alam.
“Pelestarian lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan terhadap risiko bencana. Semakin baik kualitas lingkungan, semakin kecil potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana alam. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi keberlanjutan industri perasuransian nasional,” tuturnya.

