JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di wilayah utara Sungai Brantas, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/7/2026) di wilayah Kecamatan Plandaan tersebut dimanfaatkan ratusan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama persoalan yang selama ini dihadapi para petani.
Sejak awal kegiatan, suasana dialog berlangsung aktif. Warga yang hadir bergantian menyampaikan keluhan maupun usulan kepada legislator Fraksi PDI Perjuangan yang juga duduk di Komisi B DPRD Jawa Timur.
Mayoritas aspirasi yang mencuat berkaitan dengan sektor pertanian, mulai dari minimnya ketersediaan air saat musim kemarau, sulitnya memperoleh pupuk subsidi, hingga kebutuhan alat dan sarana penunjang pertanian.
Salah seorang petani, Konji, mengungkapkan bahwa lahan pertanian di wilayahnya kerap mengalami kekeringan ketika musim kemarau tiba. Kondisi tersebut membuat hasil panen tidak maksimal karena petani sangat bergantung pada curah hujan.
“Tanah persawahan kami di sini rata-rata sulit mendapatkan air kalau tidak turun hujan. Selain itu, kami juga masih sering kesulitan mendapatkan pupuk subsidi,” ujarnya di hadapan peserta reses.
Menurutnya, persoalan irigasi menjadi pekerjaan rumah yang harus segera mendapatkan perhatian pemerintah. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Keluhan serupa juga disampaikan Rokhim. Ia berharap pemerintah dapat membantu penyediaan alat mesin pertanian, khususnya traktor, agar biaya pengolahan lahan bisa ditekan dan produktivitas petani meningkat.
“Mungkin kalau ada bantuan traktor akan sangat membantu petani, Bu. Kalaupun belum bisa mendapat bantuan, mungkin kami bisa dipinjami dari wilayah lain yang sudah memiliki traktor. Kami juga siap membantu biaya perawatannya. Selain itu, kami juga berharap ada bantuan pembangunan sumur dalam agar kebutuhan air saat kemarau bisa terpenuhi,” katanya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wiwin Sumrambah menegaskan bahwa sektor pertanian memang menjadi salah satu fokus perjuangannya di DPRD Jawa Timur. Menurutnya, penguatan sektor pertanian merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Sektor pertanian memang sudah menjadi prioritas kami sejak awal. Karena itu, kami terus mendorong dan memfasilitasi masyarakat untuk membentuk kelompok tani maupun koperasi tani agar lebih mudah mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah,” ujar Wiwin.
Ia menjelaskan bahwa berbagai bantuan pemerintah, baik berupa alat dan mesin pertanian, sarana produksi, maupun program pemberdayaan petani, umumnya disalurkan melalui kelompok tani yang telah memiliki legalitas dan administrasi yang lengkap.
Karena itu, ia mendorong para petani untuk terus memperkuat kelembagaan agar peluang memperoleh bantuan semakin besar.
Terkait usulan pembangunan sumur dalam, pengadaan traktor, hingga persoalan irigasi dan pupuk subsidi, Wiwin memastikan seluruh aspirasi masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan evaluasi untuk diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Semua aspirasi ini kami tampung. Nanti akan kami pelajari dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Yang terpenting adalah komunikasi dan koordinasi tetap berjalan dengan baik sehingga program-program yang dibutuhkan masyarakat bisa direalisasikan secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani sebagai ujung tombak produksi pangan.

