BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Di tengah upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus memastikan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.
Hal itu terlihat saat Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turun langsung meninjau pelaksanaan program Rutilahu di wilayah RW 11 RT 04, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Selasa (28/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Jeje tidak sekadar melihat hasil pembangunan, tetapi juga berdialog dengan warga untuk mengetahui secara langsung kondisi rumah dan kebutuhan yang masih belum terpenuhi.
Bupati didampingi Camat Padalarang Hendi Setiadi dan Kepala Desa Kertamulya Farhan Fauzi. Mereka bersama-sama memantau progres renovasi sejumlah rumah warga yang sebagian pembiayaannya berasal dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Jeje mengatakan, turun langsung ke desa merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia mengaku secara rutin mengunjungi sejumlah desa setiap pekan untuk mendengar aspirasi warga sekaligus mengecek kondisi pembangunan di lapangan.
“Setiap minggu saya berkeliling ke setidaknya dua desa. Tujuannya agar saya bisa berdialog langsung dengan kepala desa dan warga, mengetahui apa yang sesungguhnya dibutuhkan, sekaligus melihat sendiri kondisi rumah yang sedang direnovasi,” kata Jeje.
Menurutnya, perbaikan rumah tidak layak huni menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan fisik di Kabupaten Bandung Barat. Untuk tahun 2026, Pemkab Bandung Barat menargetkan sebanyak 367 unit rumah warga dapat diperbaiki.
Namun, Jeje menyadari kebutuhan masyarakat masih cukup besar sehingga pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan APBD. Karena itu, kolaborasi dengan sektor swasta terus didorong agar semakin banyak rumah warga yang dapat tersentuh program perbaikan.
“Selain dari APBD, kami juga mengoptimalkan dukungan dari perusahaan-perusahaan yang ada di Bandung Barat agar bisa saling melengkapi kebutuhan pembangunan bagi masyarakat,” ujarnya.
Perhatian Jeje bahkan berlanjut pada kebutuhan tambahan yang belum sepenuhnya tercukupi dari bantuan yang tersedia. Setelah melihat langsung kondisi rumah warga, ia berinisiatif memberikan bantuan tambahan secara pribadi.
Untuk rumah Ai Rohani, Jeje berjanji membantu menyediakan keramik lantai. Sementara bagi Ahmad Budiman, warga lanjut usia yang tinggal seorang diri, Bupati akan memberikan bantuan pompa air dan perlengkapan bangunan lainnya.
Kondisi Ai Rohani menjadi salah satu gambaran beratnya kehidupan warga yang masih membutuhkan perhatian pemerintah. Selama bertahun-tahun, ia harus bertahan di rumah yang kondisinya rusak. Bahkan, salah satu bagian rumahnya telah runtuh dan tidak lagi dapat digunakan.
Rumah sederhana tersebut dihuni tiga kepala keluarga dengan total tujuh orang. Dengan penghasilan sebagai pekerja serabutan dan mencuci, Ai mengaku kesulitan mengumpulkan biaya untuk memperbaiki tempat tinggalnya.
“Mata pencaharian saya hanya serabutan mencuci, hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari, tak sanggup memperbaiki rumah ini,” tutur Ai.
Kisah serupa dialami Ahmad Budiman. Pria berusia 80 tahun itu tinggal seorang diri dalam kondisi rumah yang memprihatinkan. Bantuan perbaikan rumah yang datang di usia senjanya menjadi harapan baru agar ia dapat menjalani hari-hari dengan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
Ahmad pun tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya ketika mengetahui rumahnya akan diperbaiki dan mendapat tambahan bantuan pompa air.
“Alhamdulillah, tak terasa rumah saya kini akan diperbaiki dan dikasih pompa air pula oleh Bapak Bupati,” ucap Ahmad.

