Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JOMBANG

Ratusan Warga Megaluh Jombang Curhat soal Pertanian Wiwin Sumrambah, Pupuk hingga Alsintan Jadi Sorotan

Ratusan Warga Megaluh Jombang Curhat soal Pertanian Wiwin Sumrambah, Pupuk hingga Alsintan Jadi Sorotan

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Persoalan sektor pertanian masih menjadi perhatian utama masyarakat pedesaan di Kabupaten Jombang. Hal itu mengemuka dalam kegiatan reses Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, yang digelar di Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Minggu (26/7/2026) siang.

Ratusan warga dari berbagai desa memadati lokasi reses untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada wakil rakyat. Mayoritas peserta merupakan petani, disusul pelaku UMKM, peternak, serta masyarakat umum yang berharap berbagai persoalan di tingkat desa dapat segera mendapat perhatian pemerintah.

Berbeda dengan forum resmi yang cenderung kaku, Wiwin memilih mengemas kegiatan reses dengan konsep dialog santai. Suasana yang lebih akrab itu membuat masyarakat leluasa mengutarakan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian warga Megaluh.

Dalam dialog tersebut, persoalan yang paling banyak disampaikan adalah kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembangunan jalan usaha tani yang dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian.

Bagi para petani, ketiga persoalan tersebut saling berkaitan. Ketersediaan pupuk menjadi penentu produktivitas lahan, sementara keberadaan alsintan dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian.

Di sisi lain, jalan usaha tani yang memadai akan memperlancar distribusi hasil panen sehingga mampu menekan biaya angkut dan meningkatkan nilai jual produk pertanian.

Wiwin mengatakan, reses bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk mendengar langsung kondisi riil masyarakat sekaligus memetakan persoalan yang benar-benar membutuhkan intervensi pemerintah.

“Makanya tadi saya minta ke tim panitia agar acaranya dibuat santai, supaya peserta reses nyaman dan tidak takut menyampaikan berbagai aspirasinya. Jadi setiap turun ke desa-desa saya memang berusaha mendalami, bertanya, sekaligus mengamati apa yang benar-benar urgen dan dibutuhkan masyarakat,” ujar Wiwin.

Ia menilai, sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat pedesaan. Karena itu, setiap masukan dari petani menjadi catatan penting dalam penyusunan program pembangunan yang akan diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut, peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras petani. Dukungan pemerintah melalui penyediaan sarana produksi, infrastruktur, serta berbagai program pemberdayaan menjadi faktor penting agar sektor pertanian mampu berkembang dan tetap memberikan keuntungan bagi petani.

Setelah sesi dialog berlangsung, Wiwin memastikan seluruh aspirasi masyarakat telah didokumentasikan untuk kemudian dilakukan proses verifikasi. Langkah tersebut diperlukan agar usulan yang diajukan benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah.

“Semua aspirasi tadi sudah saya catat. Selanjutnya akan kami pelajari bersama mana yang memang layak dan menjadi prioritas untuk diajukan. Setelah itu baru kami kirim ke provinsi agar bisa mendapat dukungan melalui program-program dewan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dari berbagai aspirasi yang muncul, sektor pertanian menjadi pembahasan paling dominan. Selain usulan bantuan alsintan, masyarakat juga berharap adanya kemudahan dalam memperoleh pupuk bersubsidi serta peningkatan pembangunan jalan usaha tani yang selama ini menjadi akses utama menuju lahan pertanian.

Menurut Wiwin, infrastruktur pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Jalan usaha tani yang baik akan memudahkan mobilitas alat pertanian, mempercepat distribusi pupuk dan sarana produksi, sekaligus memperlancar pengangkutan hasil panen menuju pasar.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita