CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Pengurus Cabang Olahraga Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Cirebon resmi memiliki nakhoda baru. Tokoh muda otomotif sekaligus anggota DPRD termuda Kota Cirebon, M. Fahmi Mirza Ibrahim, S.E., dipercaya memimpin IMI Kota Cirebon periode 2026-2030.
Fahmi resmi dilantik sebagai Ketua Umum IMI Kota Cirebon oleh Ketua IMI Jawa Barat H. Daniel Muttaqien dalam acara pelantikan yang digelar di Bandar Jakarta, Kota Cirebon, Minggu (2/8/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri jajaran Pengurus IMI Jawa Barat, Forkopimda Kota Cirebon, perwakilan KONI, serta puluhan ketua klub dan komunitas otomotif dari wilayah Cirebon Raya.
Dalam pidato perdananya, Fahmi menegaskan komitmennya menjadikan IMI Kota Cirebon sebagai pusat pembinaan atlet otomotif, khususnya untuk menjaring dan mengembangkan talenta muda.
Ia menilai pembinaan harus dimulai dari tingkat paling dasar dengan melibatkan komunitas dan klub otomotif sebagai tempat mencari bibit potensial.
“IMI bukan hanya soal balapan. IMI adalah rumah bagi semua pegiat otomotif. Target utama kami empat tahun ke depan adalah pembinaan usia dini. Kita harus mulai dari akar, mencari bibit-bibit muda di komunitas, di klub dan lainnya,” ujar Fahmi.
Fokus Pembinaan Atlet Muda
Fahmi menjelaskan, salah satu program prioritas kepengurusannya adalah meningkatkan pembinaan prestasi dan atlet muda. IMI Kota Cirebon akan mendorong penyelenggaraan berbagai kejuaraan daerah yang mencakup road race, grasstrack, motocross, slalom, hingga drifting.
Menurutnya, kompetisi tersebut menjadi sarana penting untuk menemukan pembalap muda berbakat sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berkompetisi secara profesional.
“Tujuannya menjaring pembalap muda potensial. Kita punya banyak anak muda yang cepat di jalanan. Tugas kita memindahkan mereka ke sirkuit dengan cara yang benar dan aman,” katanya.
Fahmi juga mendorong Pemerintah Kota Cirebon untuk menyediakan fasilitas berupa sirkuit balap. Menurutnya, keberadaan sirkuit akan menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga otomotif sekaligus memberikan ruang yang aman bagi para pembalap dan komunitas.
Kampanye Safety Riding
Selain pembinaan prestasi, IMI Kota Cirebon akan memperkuat edukasi keselamatan berkendara. Program tersebut akan dijalankan melalui kolaborasi dengan kepolisian, Dinas Perhubungan, sekolah, serta komunitas otomotif.
Fahmi mengatakan edukasi safety riding penting, terutama bagi kalangan pelajar dan anak muda.
“Program ini menyasar pelajar dan komunitas motor agar menekan angka kecelakaan. Anak muda harus diedukasi. Kencang boleh, tetapi harus di tempatnya. Harus paham aturan dan keselamatan,” tegasnya.
Dorong Pertumbuhan UMKM Otomotif
IMI Kota Cirebon juga akan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis otomotif. Pengurus baru berencana merangkul klub motor, bengkel modifikasi, produsen apparel, hingga event organizer lokal.
Fahmi berharap berbagai kegiatan otomotif tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Kami ingin ekonomi kreatif otomotif di Cirebon bergerak dan naik kelas. Dari event balap harus ada efek ekonomi. UMKM, kuliner, hotel, semua harus kena dampaknya,” ucapnya.
Fahmi mengajak seluruh elemen, mulai dari komunitas, pemerintah, aparat keamanan, KONI, hingga pelaku usaha, untuk bersama-sama membangun olahraga otomotif di Kota Cirebon.
“Mari kita besarkan IMI Kota Cirebon bersama-sama. Tanpa komunitas, tanpa dukungan pemerintah, kita tidak bisa apa-apa. Target kita jelas, Cirebon harus punya jagoan otomotif,” pungkas Fahmi.
IMI Jabar Targetkan Cirebon Jadi Barometer Pembinaan

