Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Usai Temuan Ratusan Pucuk Senjata, Yayasan Harapan Ibu Minta Pendampingan KPAI dan Kemendikdasmen

Usai Temuan Ratusan Pucuk Senjata, Yayasan Harapan Ibu Minta Pendampingan KPAI dan Kemendikdasmen

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Temuan ratusan pucuk senjata dan sejumlah barang yang diduga terlarang di lingkungan sekolah swasta Yayasan Harapan Ibu, Jakarta, memicu perhatian serius dari pihak yayasan.

Di tengah proses pemeriksaan yang masih berlangsung, pengelola Yayasan Harapan Ibu mengambil langkah meminta pendampingan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memastikan penanganan kasus berlangsung secara objektif sekaligus menjamin hak, keamanan, dan keberlangsungan pendidikan para siswa.

Perwakilan Yayasan Harapan Ibu, Anisa, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan KPAI dan mendapat respons positif untuk melakukan pertemuan.

“Kami sudah meminta waktu dari KPAI besok dan alhamdulillah sudah disambut baik. Besok kami akan bertamu,” ujar Anisa dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).

Menurut pihak yayasan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses hukum, tetapi juga menyangkut keberadaan para peserta didik yang berada di lingkungan sekolah.

Karena itu, aspek perlindungan anak dinilai perlu menjadi perhatian selama aparat melakukan pendalaman terhadap temuan barang-barang tersebut.

Kuasa hukum Yayasan Harapan Ibu, Hermanto, mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan surat resmi kepada Kemendikdasmen.

“Besok hari Senin kami juga akan berkirim surat ke Kementerian Dasar dan Menengah,” kata Hermanto dalam konferensi pers yang sama.

Ia menilai sekolah juga membutuhkan perhatian dan perlindungan dari pemerintah selama proses pemeriksaan berlangsung. Menurutnya, keberlangsungan kegiatan belajar mengajar serta kondisi para siswa harus tetap dijaga.

Pihak yayasan menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang sedang dilakukan aparat penegak hukum. Mereka juga mengaku siap memberikan informasi maupun dukungan yang diperlukan untuk membantu mengungkap fakta sebenarnya di balik temuan tersebut.

Sementara itu, pendampingan KPAI diharapkan dapat memastikan kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas. Hal itu mencakup aspek keamanan, kondisi psikologis siswa, hingga keberlanjutan proses pendidikan.

Di sisi lain, Kemendikdasmen diharapkan dapat memberikan pendampingan dalam aspek pendidikan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu akibat proses pemeriksaan yang sedang berjalan.

Temuan ratusan pucuk senjata dan barang yang diduga terlarang tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik. Namun, terkait asal-usul, status kepemilikan, serta hubungan barang-barang tersebut dengan lingkungan sekolah, masih diperlukan pembuktian lebih lanjut.

Hingga saat ini, proses penyelidikan dan pemeriksaan oleh aparat masih berlangsung. Seluruh pihak masih menunggu hasil pendalaman untuk memastikan fakta dan kronologi secara menyeluruh.

Penulis: FAHMI 615

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita