SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : SNT Sebanyak 154 mahasiswa Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung mulai 12 hingga 21 Agustus 2026.
Para peserta KKN disebar secara merata ke dalam 14 RT yang mencakup Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong. Mereka mengusung tema besar pemberdayaan desa wisata yang berfokus pada penguatan tata kelola BUMDes, digitalisasi produk lokal, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta pengembangan eco-tourism berkelanjutan.
Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan bahwa penerjunan ratusan mahasiswa ini merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah berbasis kemasyarakatan. Menurutnya, integrasi antara keilmuan akademis dan kebutuhan riil warga lokal dapat memicu pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif. “Melalui pelaksanaan KKN ini, mahasiswa hadir untuk memberikan solusi konkret atas tantangan yang dihadapi masyarakat Desa Bejijong. Kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi kunci utama dalam mendorong Desa Bejijong agar semakin berdaya saing global,” ujar Prof. Siti Marwiyah saat meresmikan pembukaan kegiatan KKN di Mojokerto.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unitomo, Prof. Nur Sayidah, memaparkan bahwa program pengabdian ini diterjemahkan ke dalam empat fokus program kerja strategis yang terstruktur sesuai dengan pemetaan potensi wilayah. Keempat program tersebut meliputi pengembangan tata kelola BUMDes, penguatan dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) produk lokal, digitalisasi UMKM melalui pembuatan e-katalog, serta pengelolaan dan pengurangan sampah menjadi produk bernilai ekonomis. “Kami menetapkan empat fokus utama ini agar pendampingan kepada warga tepat sasaran, khususnya dalam menggerakkan perekonomian desa dan mempercepat akselerasi Desa Bejijong sebagai destinasi eco-tourism yang mandiri serta berkelanjutan,” jelas Prof. Nur Sayidah.
Pemerintah Desa Bejijong menyambut hangat sinergi strategis yang terjalin dengan akademisi Unitomo tersebut. Kepala Desa Bejijong, Pradana Tera Mardiatna, optimistis bahwa kehadiran mahasiswa di Dusun Kedung Wulan dan Dusun Bejijong dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga setempat. “Kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran para mahasiswa Unitomo di wilayah kami, mengingat ini pertama kalinya desa kami didatangi ratusan mahasiswa untuk pengabdian pada masyarakat. Program digitalisasi produk UMKM lewat e-katalog, pendampingan legalitas HKI, hingga edukasi pengolahan sampah bernilai ekonomis ini sangat relevan untuk menunjang daya saing Bejijong sebagai desa wisata sejarah dan budaya di kawasan Trowulan,” pungkasnya yang juga alumni Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unitomo ini. (SNT)

