Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NTT

Gempa NTT M7,7: 14 Meninggal dan Puluhan Bangunan Rusak

Gempa NTT M7,7: 14 Meninggal dan Puluhan Bangunan Rusak
foto: istimewa

Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami. BPBD bersama unsur terkait segera mengarahkan masyarakat di wilayah pesisir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31.30 WIB.

Pasca-gempa utama, alat mencatat sedikitnya empat gempa susulan dengan magnitudo antara M5,5 hingga M6,2. Seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

BPBD di wilayah terdampak bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat, mendata korban dan kerusakan, memantau kondisi masyarakat, serta menangani kebutuhan warga terdampak.

Pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak untuk Kabupaten Manggarai, antara lain 15 tenda pengungsi, 12 tenda posko, 20 tenda peleton, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 velbed, 1.000 selimut, 1.000 tikar, 500 paket peralatan dapur, 12 tandon air berkapasitas 2.200 liter, 10 unit genset 5 KVA, 10 unit handy talky, dan 100 unit senter.

Berton SP Panjaitan juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar.

“Masyarakat kami minta untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Mohon hindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa karena masih terdapat potensi gempa susulan,” lanjut Berton.

Berton menambahkan agar masyarakat di wilayah pesisir terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang. Meskipun peringatan dini tsunami telah berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap potensi bahaya susulan. BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus memantau situasi serta memutakhirkan data dampak gempa melalui kanal komunikasi resmi pemerintah dan BMKG.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita