Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL DEPOK

Majelis Dzikir Qutubul Amin Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Tampilkan Paskibra Gen Z Bertarekat‎

Majelis Dzikir Qutubul Amin Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Tampilkan Paskibra Gen Z Bertarekat‎
Paskibra Surau Qutubul Amin nampak khidmat menaikkan Sang Saka Merah Putih

‎”Beribadatlah sebagaimana Nabi/ Rasul beribadat; Berprinsiplah dalam mental sebagai pengabdi; Berabdilah dalam mental sebagai pejuang; Berjuanglah dalam kegigihan dan ketabahan sebagai prajurit; Berkaryalah dalam pembangunan sebagai pemilik,” tutur Suyanto.

‎

‎SYUKURAN SEMBELIH LEMBU‎

Pembina Yayasan SQA Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya dan keluarga besar SQA, serta sebagian anggota Paskibra SQA
Pembina Yayasan SQA Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya dan keluarga besar SQA, serta sebagian anggota Paskibra SQA

‎Acara peringatan HUT RI, dilanjutkan syukuran pada ba’da dhuhur di Pendopo Agung Surau Qutubul Amin. Syukuran ini juga mengundang aparat setempat di Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Depok.

‎

‎Syukuran ditandai dengan menyebelih lembu seekor sapi seperti peringatan HUT RI tahun tahun sebelumnya. Dagingnya jadi menu jamuan makan bersama para undangan yang hadir. Diiringi grup musik Surau Qutubul Amin.

‎

‎”Pukul dua belas lebih tadi malam, kami sembelih seekor sapi,” kata Haji Suroso, juga mengajak mendoakan korban bencana NTT dan Aceh yang masyarakatnya bergejolak.

‎

‎Sebagai ahli silsilah ke-35 tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah, Prof Dr Kadirun Yahya sejak memasuki tahun 1950-an fokus mengembangkan dunia pendidikan hingga mendirikan Akademi Metafisika (1961) satu-satunya di dunia, kemudian menjadi Universitas Panca Budi (UPB). Dan, berhasil meriset tarekat secara ilmiah. Bahkan, risetnya mampu membuktikan kemahadasyatan energi ilahiah yang disebutnya sebagai “Teknologi Metafisika Al-Qur’an”.

‎

‎”Pasca perjuangan era revolusi fisik, Beliau mengajarkan  bagaimana berjuang tidak hanya dengan fisik, namun disertai doa,” kata Haji Suroso.

‎

‎Setelah Indonesia merdeka dan konstitusi menjamin kebebasan menganut agama, profesor sebagai pimpinan tarekat juga berhasil mengembangkan pengikut tarekatnya di dalam maupun luar negeri.

‎

‎Selama berjuang menegakkan kalimatullah Hiyal Ulya, Profesor berhasil mendirikan ratusan Alka atau tempat wirid di Indonesia maupun luar negeri. Juga menyelenggarakan i’tikaf atau suluk 10 hari secara rutin. Bahkan, di Surau Qutubul Amin, Arco hingga sekarang dilaksanakan tiap bulan.

Profesor ini juga dikenal sebagai Waliyyam Mursyidah yang mengijinkan masuk tarekat sejak usia remaja atau relatif muda. Dengan pertimbangan karena umur seseorang berakhir tidak selalu menunggu tua. @arso

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita