JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya memicu kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman abu vulkanik, tetapi juga berdampak pada kebutuhan perlengkapan pelindung diri. Harga masker di sejumlah titik penjualan dilaporkan mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan.
Masker yang sebelumnya relatif mudah diperoleh dengan harga terjangkau kini disebut dijual lebih mahal. Kondisi tersebut dikeluhkan warga, terutama mereka yang membutuhkan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik.
Seorang warga mengaku harga masker yang biasanya dijual sekitar Rp15 ribu kini mencapai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung jenis dan lokasi penjualan.
“Harga masker sekarang naik. Yang biasanya dijual Rp15 ribu, sekarang jadi Rp20 ribu sampai Rp35 ribu,” keluh warga saat membeli masker dari pedagang eceran.
Kenaikan harga diduga tidak terlepas dari melonjaknya permintaan setelah aktivitas vulkanik Anak Krakatau kembali meningkat. Masyarakat yang khawatir terpapar abu vulkanik secara bersamaan mencari masker sebagai perlindungan, sehingga stok di sejumlah tempat penjualan lebih cepat terserap.
Situasi tersebut juga berpotensi memunculkan aksi pembelian berlebihan atau panic buying. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini dapat membuat ketersediaan masker semakin terbatas sekaligus membuka peluang terjadinya penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
Warga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait tidak hanya fokus pada penanganan dampak abu vulkanik, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi perlengkapan pelindung, khususnya masker.
Pengawasan dinilai penting untuk memastikan pedagang maupun distributor tidak memanfaatkan situasi bencana untuk mengambil keuntungan secara berlebihan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau tetap tenang dan membeli masker sesuai kebutuhan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan ketika terjadi paparan abu vulkanik, yang dapat mengganggu mata maupun saluran pernapasan.
Warga berharap pemerintah daerah di wilayah terdampak segera memastikan pasokan masker tetap tersedia dan harga berada dalam batas kewajaran.
“Jangan sampai masyarakat yang sedang menghadapi dampak erupsi justru dibebani dengan harga masker yang tidak masuk akal,” ujar warga.
Pemantauan harga dan distribusi di lapangan pun dinilai perlu dilakukan secara berkala selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih meningkat. Dengan pengawasan tersebut, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa muncul praktik penimbunan maupun permainan harga yang merugikan warga.

