Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BEKASI

KPK Geledah Rumah Mewah Di Cibubur, Jejak Aliran Dana Suap Proyek Bekasi Diburu

KPK Geledah Rumah Mewah Di Cibubur, Jejak Aliran Dana Suap Proyek Bekasi Diburu

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pengusutan dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Penyidik kini tidak hanya mendalami perkara yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang, tetapi juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi penghubung dalam jalur komunikasi maupun aliran dana.

Langkah terbaru KPK dilakukan dengan menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Cibubur, Kamis (10/9/2026).

Penggeledahan tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan yang diduga berkaitan dengan praktik pengaturan atau ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Rumah yang menjadi sasaran penyidik diketahui milik anggota Polri bernama Yayat Sudrajat alias Lippo. Dalam pengembangan perkara, Yayat diduga memiliki keterkaitan sebagai perantara dalam aliran dana yang berhubungan dengan dugaan suap proyek.

Dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK mengamankan sejumlah barang yang dinilai memiliki kaitan dengan perkara. Di antaranya berupa dokumen serta Barang Bukti Elektronik (BBE).

Barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisis untuk mengungkap lebih jauh pola komunikasi, dugaan transaksi keuangan, serta hubungan antara pihak-pihak yang diduga terlibat.

Sprindik Baru Perluas Pengusutan

Penggeledahan di Cibubur dilakukan setelah KPK menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru pada Agustus 2026.

Penerbitan Sprindik tersebut menjadi indikasi bahwa penyidik tengah memperluas konstruksi perkara, khususnya terkait dugaan praktik ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Dalam praktiknya, ijon proyek berkaitan dengan dugaan adanya kesepakatan atau komitmen tertentu sebelum proyek pemerintah berjalan. Pola tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk menelusuri dugaan pemberian imbalan maupun keuntungan kepada pihak tertentu.

Melalui penggeledahan dan penyitaan barang bukti, KPK kini berupaya menjawab sejumlah pertanyaan penting dalam perkara tersebut.

Di antaranya mengenai bagaimana aliran uang bergerak, siapa yang berperan sebagai penghubung, bagaimana komunikasi antar pihak berlangsung, serta apakah terdapat pihak lain yang diduga ikut menikmati atau memfasilitasi praktik tersebut.

Bukti Elektronik Jadi Petunjuk Penting

Barang bukti elektronik yang diamankan dari lokasi penggeledahan berpotensi menjadi salah satu sumber informasi penting bagi penyidik.

Data digital dapat digunakan untuk menelusuri komunikasi, koordinasi, hingga hubungan antara pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Dari rangkaian data tersebut, penyidik dapat mencocokkan komunikasi dengan dokumen maupun transaksi yang ditemukan dalam proses penyidikan.

KPK juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak untuk memperkuat konstruksi perkara serta mengurai dugaan keterlibatan pihak lain.

Pengembangan ini membuat perkara dugaan suap proyek Bekasi semakin melebar. Fokus penyidik kini bukan hanya pada siapa yang menerima atau memberikan uang, tetapi juga pada bagaimana dugaan skema tersebut dibangun dan siapa saja yang berada di balik jalur komunikasi maupun pergerakan dana.

Hasil analisis barang bukti dari rumah di Cibubur pun dinilai dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk menentukan arah pengembangan perkara berikutnya.

KPK masih terus melakukan pendalaman dan akan menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara resmi sesuai kebutuhan dan ketentuan proses penyidikan.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita