Kementerian UMKM Dorong Waralaba Lokal Mendunia
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman, S.E., M.Ec., yang hadir mewakili Menteri UMKM, menilai IFBC merupakan barometer sekaligus cermin perkembangan kewirausahaan Indonesia.
Menurut Bagus, tema “Grow Beyond Boundaries” sangat relevan karena mendorong pelaku usaha untuk melampaui batas geografis, skala bisnis, sekaligus cara berpikir dalam mengembangkan kewirausahaan.
Ia menyebut IFBC telah memiliki perjalanan panjang selama lebih dari dua dekade dan menjadi wadah konsolidasi industri waralaba di berbagai kota besar Indonesia.
“Franchise atau warah laba ini merupakan sebuah bisnis platform yang sangat diperlukan para pengusaha mikro, kecil, dan menengah Indonesia,” jelasnya.
Menurut dia, sebuah merek pada dasarnya memiliki nilai tambah. Karena itu, sistem waralaba dapat menjadi strategi pemasaran dan ekspansi bagi UMKM agar mampu meningkatkan skala bisnis.
Kementerian UMKM juga berkomitmen mendukung perkembangan waralaba nasional, termasuk mendorong semakin banyak merek lokal memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) dan mampu melakukan ekspansi ke pasar internasional.
“Komitmen Kementerian UMKM adalah bagaimana franchise Indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri, tetapi juga mampu berkembang ke luar negeri,” ujarnya.
Bagus menambahkan, sektor waralaba saat ini tidak hanya bergerak pada makanan dan minuman, tetapi telah berkembang ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, kecantikan, jasa, hingga sektor lainnya.
Kondisi tersebut membuat industri waralaba semakin inklusif dan berpotensi menjadi kendaraan bagi generasi muda serta calon pengusaha untuk memasuki dunia bisnis secara lebih sistematis.
Dorong Merek Lokal Tembus Pasar Internasional
Dalam kesempatan yang sama, Advisor Asosiasi Franchise Indonesia sekaligus Wakil Ketua Bidang Perdagangan DPN Apindo, Yaya B. Sunaryo, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk memperkuat industri waralaba nasional.
Ia menyebut Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Bappenas telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri waralaba Indonesia.
AFI saat ini juga tengah mempersiapkan kembali cetak biru dan roadmap industri waralaba nasional agar pengembangan sektor tersebut memiliki arah yang lebih jelas, baik untuk pasar domestik maupun global.
“Kita ingin waralaba Indonesia memiliki arah yang jelas, baik ke dalam maupun ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan STPW juga perlu terus didorong karena menjadi salah satu bagian penting dalam membangun industri waralaba yang lebih tertata dan berdaya saing.
Sejumlah merek lokal Indonesia bahkan telah berhasil melakukan ekspansi internasional. Salah satunya adalah Alfamart.
Perwakilan Alfamart, Tomo Sugianto, menjelaskan bahwa perusahaan saat ini telah memiliki sekitar 6.000 mitra yang membuka gerai melalui skema kemitraan.
Menurutnya, kemitraan tidak hanya sebatas membuka gerai, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan transfer pengetahuan kepada mitra.
Mitra mendapatkan pendampingan mulai dari menentukan lokasi usaha, membaca laporan, membuat laporan keuangan, hingga berbagai aspek operasional bisnis lainnya.
Alfamart juga telah melakukan ekspansi ke luar negeri, di antaranya Filipina dengan sekitar 2.300 toko, serta Bangladesh dengan sejumlah gerai yang terus dikembangkan.
180 Merek Hadir di IFBC 2026 Surabaya
Public Relations IFBC 2026 Surabaya, Ferdi Ferdianto, mengatakan penyelenggaraan IFBC Surabaya tahun ini menjadi gelaran ke-181 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2006.
“IFBC 2026 Surabaya kali ini menghadirkan sekitar 180 merek dalam 89 stand,” jelasnya.

