Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL SURABAYA

Hak Jawab Manajemen Valhalla Spectaclub Surabaya, Terkait Kasus Narkotika di Luar Club

Hak Jawab Manajemen Valhalla Spectaclub Surabaya, Terkait Kasus Narkotika di Luar Club

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM : Valhalla Spectaclub Surabaya akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi guna menanggapi berbagai pemberitaan media massa perihal penangkapan lima orang stafnya dalam perkara penyalahgunaan narkoba.

Melalui keterangan tertulis yang disampaikan Manajer Operasional, Angga Kasianto, pihak pengelola menggunakan hak jawab sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di bidang pers untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.

Manajemen secara terbuka menepis keras segala asumsi atau narasi pemberitaan yang berupaya menyeret nama baik institusi ke dalam lingkaran kasus pelanggaran hukum yang dilakukan secara personal oleh para oknum pekerja tersebut.

Manajemen menegaskan, berdasarkan penelusuran internal, kelima oknum pekerja tersebut ditangkap polisi di rumah atau di luar area operasional Valhalla Spectaclub. Penangkapan juga disebut berlangsung ketika mereka sedang menjalani masa libur kerja atau izin off.

“Manajemen secara tegas meluruskan narasi menyesatkan yang menyebutkan penangkapan oknum terjadi di dalam area tempat kerja,” tegas Angga.

Menurut manajemen, kondisi tersebut menjadi dasar bahwa kasus hukum yang menjerat kelima oknum tersebut tidak berkaitan dengan sistem maupun kegiatan operasional Valhalla Spectaclub.

Angga menegaskan, Valhalla Spectaclub memiliki kebijakan tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan obat terlarang. Setiap pekerja diwajibkan mematuhi aturan internal perusahaan, termasuk komitmen untuk menjauhi narkotika.

“Valhalla memegang teguh prinsip toleransi nol (zero tolerance) terhadap segala bentuk penyalahgunaan obat terlarang,” jelas Angga.

Sebagai bentuk pencegahan, manajemen mewajibkan seluruh jajaran staf menandatangani pakta integritas anti-narkoba sebelum mulai bekerja.

Manajemen menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga lingkungan kerja tetap aman dan terbebas dari aktivitas yang melanggar hukum.

Atas dugaan pelanggaran berat yang dilakukan para oknum tersebut, manajemen juga mengambil tindakan internal dengan menjatuhkan sanksi pemecatan secara tidak hormat terhadap pekerja yang terbukti melanggar hukum.

Di sisi lain, Valhalla Spectaclub menyatakan mendukung langkah aparat kepolisian dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Melalui hak jawab yang disampaikan, manajemen Valhalla Spectaclub meminta media dan masyarakat tidak membangun opini yang dinilai dapat merugikan nama baik perusahaan.

Manajemen menilai tindakan hukum yang dilakukan individu di luar jam kerja dan di luar area operasional tidak semestinya secara otomatis dikaitkan dengan institusi tempat mereka bekerja.

Pihak Valhalla juga menyinggung pentingnya penerapan kode etik jurnalistik serta asas praduga tak bersalah dalam pemberitaan mengenai kasus hukum.

Manajemen menegaskan, pihaknya tidak membenarkan segala bentuk aktivitas narkotika dan justru telah menerapkan kebijakan internal untuk mencegah penyalahgunaan obat terlarang di lingkungan kerja.

Valhalla Spectaclub memastikan pengawasan internal akan terus diperketat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga lingkungan kerja tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung.

Dengan adanya hak jawab ini, manajemen berharap pemberitaan mengenai penangkapan lima oknum pekerja tersebut dapat ditempatkan secara proporsional berdasarkan fakta mengenai lokasi dan waktu kejadian serta tidak menggeneralisasi perbuatan individu sebagai keterlibatan institusi. (SNT)

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita