Rute perlombaan membawa pelari melewati sejumlah ikon dan kawasan bersejarah Surabaya, termasuk Tugu Pahlawan, Tugu Bambu Runcing, Hotel Majapahit, Monumen Karapan Sapi, serta berbagai heritage icon Surabaya lainnya. Dukungan masyarakat Surabaya pun nyata dirasakan oleh para pelari di rute, dengan cheering station dari warga setempat.
Bagi peserta dari luar Surabaya, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung sisi lain Kota Pahlawan. Sementara bagi masyarakat Surabaya, kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah dapat menjadi sumber kebanggaan karena kotanya dipercaya menjadi tuan rumah ajang marathon berskala nasional.
“Kami mohon dukungan dari arek-arek Suroboyo, pada tanggal 4 Oktober 2026, kulonuwun.. pinjam dulu jalannya, dan semoga acara ini membawa kebaikan bagi warga masyarakat,” tutup Joshua.
Kebanggaan terhadap sebuah kota juga tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi melalui pengalaman yang dapat dirasakan dan dibagikan oleh masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan event berskala besar dapat menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan karakter kotanya sekaligus menjadi tuan rumah yang baik bagi masyarakat dari berbagai daerah. (SNT)

