“Kasihan masyarakat kecil yang sedang sakit dan harus berobat ke rumah sakit, tetapi terkendala biaya. Kalau punya BPJS Kesehatan tentu bisa terbantu, tetapi bagaimana dengan mereka yang belum memilikinya? Karena itu, kami ingin ikut membantu sesuai kemampuan,” katanya.
Terkait biaya pelayanan, Herwanto mengaku tidak menetapkan tarif khusus bagi pasien yang datang ke tempat praktiknya.
“Untuk tarif, seikhlasnya pasien saja. Saya tidak mematok harga. Bahkan, ada pasien yang datang dan bercerita bahwa untuk kebutuhan makan sehari-hari saja mereka kesulitan. Bagi saya, membantu masyarakat merupakan bagian dari kepedulian kemanusiaan,” tambahnya.

