PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian sejak usia dini menjadi bagian penting dalam pendidikan anak. Salah satu upaya untuk menanamkan nilai-nilai tersebut dilakukan melalui pengalaman langsung menjalani kehidupan di lingkungan pesantren.
Hal itu menjadi bagian dari kegiatan Mentor Sebaya (MENBA) bagi siswa kelas V dan VI SDIT Al-Uswah Pamekasan yang berlangsung di Lembaga Pendidikan Islam Al-Ikhlas, Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Sabtu (24/10/2026).
Dalam kegiatan itu, Hj. Ansari hadir sebagai pemateri untuk memberikan pembekalan kepada para siswa dalam rangkaian program pembelajaran yang dirancang agar mereka mengenal sekaligus merasakan kehidupan sebagai santri.
Menurut Hj. Ansari, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membentuk sikap dan perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, tanggung jawab, Penghormatan kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama perlu ditanamkan melalui pembiasaan sejak dini.
“Anak-anak perlu dibekali ilmu sekaligus akhlak. Keduanya penting untuk membentuk generasi yang berkualitas,” kata Hj. Ansari.
Ia menjelaskan, pembentukan karakter membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam memberikan teladan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.
Program MENBA dilaksanakan dengan mengajak siswa kelas V dan VI bermukim di lingkungan lembaga pendidikan Islam tersebut selama tiga hari dua malam. Selama mengikuti kegiatan, para siswa didampingi guru-guru SDIT Al-Uswah Pamekasan.
Melalui pengalaman nyantri ini, siswa dilatih membangun kemandirian, menaati aturan, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan tanggung jawab dan kebersamaan. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal pola kehidupan pesantren yang menekankan pembiasaan ibadah, akhlak, dan penghormatan terhadap sesama.
Kehadiran Hj. Ansari sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi siswa agar pengalaman belajar di pesantren tidak sekadar menjadi kegiatan bermalam di luar sekolah, tetapi juga memberikan nilai pendidikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini diharapkan dapat memperkuat pendidikan karakter yang diperoleh siswa di sekolah dan keluarga. Dengan demikian, nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan kemandirian dapat tumbuh melalui pembiasaan serta pengalaman langsung.
Kegiatan MENBA SDIT Al-Uswah Pamekasan menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan pendidikan formal dengan kehidupan pesantren, sekaligus mendorong siswa menjadi generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan bertanggung jawab.

