Pelindo juga memaparkan sejumlah inisiatif strategis yang saat ini dijalankan pasca integrasi Pelindo, antara lain standardisasi layanan pelabuhan secara nasional, penguatan ekosistem logistik terintegrasi end-to-end, integrasi sistem teknologi informasi, optimalisasi konektivitas antar pelabuhan, serta pengembangan layanan logistik dan hinterland untuk mendukung rantai pasok nasional.
Melalui transformasi tersebut, Pelindo tidak hanya berperan sebagai operator pelabuhan, tetapi juga sebagai integrator ekosistem maritim dan logistik nasional.
Sementara itu, TPS turut menyampaikan berbagai upaya peningkatan layanan peti kemas melalui modernisasi peralatan, peningkatan produktivitas operasional terminal, pengembangan konektivitas multimoda, serta penguatan integrasi layanan dengan kawasan industri dan pusat-pusat logistik di hinterland Pelabuhan Tanjung Perak.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk mendukung kelancaran distribusi barang, meningkatkan daya saing logistik, serta memperkuat posisi Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan utama di kawasan timur Indonesia.
Merespons berbagai pemaparan tersebut, Tim Bappenas menyampaikan apresiasi terhadap upaya transformasi dan integrasi yang telah dijalankan Pelindo Group.
Bappenas menilai pendekatan yang mengedepankan keterpaduan antara pengembangan pelabuhan, konektivitas transportasi, kawasan industri, dan jaringan logistik merupakan langkah penting dalam mewujudkan sistem logistik nasional yang lebih efisien.
Masukan dari kunjungan lapangan dan diskusi ini akan menjadi bagian dari proses penajaman penyusunan RKP Tahun 2027 dan RKP Tahun 2028, khususnya terkait pengembangan konektivitas nasional dan jaringan pelabuhan terpadu. (SNT)

