BANDUNG BARAT, KANALINDONESIA.COM: Modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp dengan mencatut identitas tokoh publik mulai menjadi perhatian di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pelaku diduga memanfaatkan foto pribadi seseorang sebagai profil akun untuk meyakinkan calon korban, kemudian menghubungi sejumlah orang dan meminta sejumlah uang.
Kali ini, identitas Asep Ado, Selasa (3/11/2026) tokoh yang dikenal sebagai salah satu pendiri Kabupaten Bandung Barat, diduga menjadi sasaran pencatutan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Asep Ado mengaku terkejut setelah memperoleh informasi bahwa foto pribadinya digunakan sebagai foto profil pada nomor WhatsApp yang tidak dikenal. Padahal, nomor tersebut bukan miliknya dan tidak berada dalam kendalinya.

Ia menjelaskan, pelaku menggunakan foto dirinya untuk membangun kesan seolah-olah akun tersebut merupakan akun pribadi miliknya. Dengan mengatasnamakan Asep Ado, pelaku kemudian diduga menjalankan aksi dengan meminta uang kepada sejumlah orang.
Modus tersebut dinilai perlu diwaspadai karena pelaku memanfaatkan identitas dan kepercayaan masyarakat terhadap figur yang fotonya digunakan.
Kasus pencatutan identitas melalui WhatsApp ini bukan kali pertama terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Sebelumnya, foto pribadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB juga dilaporkan digunakan sebagai foto profil akun WhatsApp tidak dikenal. Akun tersebut diduga dimanfaatkan untuk menghubungi sejumlah orang di lingkungan pemerintahan daerah dengan modus meminta uang.
Berulangnya kasus serupa menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal, meskipun menggunakan foto profil pejabat, tokoh masyarakat, maupun orang yang dikenal secara pribadi.
Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai permintaan transfer uang atau bantuan dana melalui pesan WhatsApp. Terlebih jika permintaan tersebut datang dari nomor yang tidak biasa digunakan oleh orang bersangkutan.
Langkah konfirmasi melalui sambungan telepon atau bertemu langsung menjadi penting sebelum menindaklanjuti permintaan tersebut.
Pencatutan foto dan identitas tanpa izin juga perlu mendapat perhatian agar tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan memanfaatkan kepercayaan terhadap tokoh publik.

