“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Tandyo, sebagaimana dikutip dari keterangan pers TNI AD.
Para prajurit tersebut sebelumnya menjalankan misi pemadaman karhutla menggunakan helikopter Mi-17V5 milik TNI AD. Namun, helikopter dengan nomor registrasi HA-5232 itu mengalami kecelakaan di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026).
Penghormatan terakhir di Semarang menjadi ungkapan duka sekaligus penghargaan atas keberanian dan pengabdian para prajurit dalam menjalankan tugas negara.
Bagi BNPB dan keluarga besar TNI AD, peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan personel yang berada di garis depan penanggulangan bencana.
Doa bagi para prajurit yang gugur serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan menjadi bagian dari penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka.

