Dalam pelaksanaannya, AKSARA membutuhkan keterlibatan berbagai elemen. Satpol PP membangun koordinasi dengan pedagang kaki lima (PKL), juru parkir, TNI-Polri, organisasi perangkat daerah terkait, kecamatan, hingga BPBD.
Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat penanganan apabila masyarakat membutuhkan bantuan atau menemukan gangguan ketertiban di kawasan pedestrian.
“Dengan kerja sama semua elemen masyarakat, PK5, juru parkir, TNI-Polri, Dishub, kecamatan, dan BPBD, kita bisa bersinergi. Sehingga ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan atau terjadi gangguan ketertiban umum, bisa segera ditangani dengan baik,” ungkap Erry.
Ke depan, Satpol PP Ponorogo akan meningkatkan kapasitas dan profesionalitas anggota Satgas Linmas melalui pelatihan. Selain itu, pihaknya berencana menyempurnakan aplikasi SAPA PEDESTRIAN dan SIPEDAS agar semakin optimal dalam mendukung pengawasan serta pelaporan kegiatan.
Satpol PP juga berencana mendaftarkan inovasi tersebut dalam ajang Innovative Government Award (IGA), sebagai bagian dari upaya memperluas pengembangan inovasi pemerintahan.
“Langkah ke depannya, di bidang inovasi ini kita akan mendaftarkan di IGA. Untuk peningkatan teman-teman Satgas Linmas, kita juga mengadakan pelatihan agar mereka lebih profesional. Selain itu, Kanal SAPA PEDESTRIAN dan SIPEDAS akan kita sempurnakan lagi aplikasinya,” ungkapnya.
Erry berharap, inovasi tersebut dapat terus dikembangkan untuk menjawab persoalan strategis di tengah masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah.
“Dengan adanya Ponorogo Inotek Award, kita bisa bersama-sama berinovasi. Isu strategis yang berkembang di masyarakat harus kita pecahkan bersama. Kita berlomba-lomba melakukan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan mendukung program pemerintah daerah,” pungkasnya.
Ponorogo Inotek Award 2026 merupakan ajang kompetisi inovasi lintas sektor yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ponorogo. Berdasarkan keterangan Plt Kepala Bapperida Kabupaten Ponorogo, Luhur Apidianto, sebanyak 78 inovasi masuk dalam kompetisi tahun ini.
Dari jumlah tersebut, panitia menyeleksi 35 inovasi terbaik untuk melaju ke tahap final. Peserta terbagi dalam tujuh kategori, dengan lima finalis pada setiap kategori. Mereka mengikuti tahapan lanjutan dan memamerkan inovasi dalam Ekspo Kemilau Pekan Raya Ponorogo pada 3–5 November 2026.
Tahapan kompetisi meliputi pengumpulan proposal, verifikasi administrasi dan substansi, penilaian dokumen pendukung, presentasi di hadapan dewan juri, hingga penetapan pemenang.
Dalam proses penilaian, tingkat kematangan inovasi memperoleh bobot 60 persen, sedangkan paparan atau presentasi memiliki bobot 40 persen. Penyelenggara juga menggunakan 20 indikator penilaian yang mencakup aspek regulasi, sumber daya manusia, anggaran, penerapan, manfaat, dampak, dan keberlanjutan inovasi.
Dengan mekanisme tersebut, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan kebaruan gagasan, tetapi juga kesiapan pelaksanaan, bukti penerapan, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.
Dalam kategori Perangkat Daerah, AKSARA Satpol PP Ponorogo menempati peringkat pertama. Berikut daftar lengkap penerima penghargaan:
1. Juara I: AKSARA (Aksi Satgas Linmas Pedestrian) – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ponorogo.
2. Juara II: ISAKTI (Sistem Arsip & Komunikasi Pencitraan Medis Radiologi) – Dinas Kesehatan, UOBK RSUD Bantarangin.
3. Juara III: GETUK GOLAN (Gerakan Bertutur Keliling, Game Outbound dan Literasi Anak) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
4. Harapan I: SIGAP (Sistem Informasi Geografis Aset dan Pelaporan) – Dinas Perhubungan.
5. Harapan II: CEPAT (Aku Dekat) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

