Selama masa karantina, para finalis mendapatkan pembekalan personal branding, public speaking, pembuatan konten kreatif, kemampuan bahasa Inggris, serta pengetahuan kepariwisataan dan ke-Ponorogo-an.
Oki menyampaikan, enam pasang terbaik yang terpilih akan menjalankan tugas sebagai Duta Wisata dan Budaya Ponorogo selama dua tahun. Mereka juga dipersiapkan untuk mewakili daerah dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan strategis di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Enam pasang terbaik yang dinobatkan kelak bertugas sebagai duta wisata dan budaya Ponorogo, sekaligus mewakili daerah dalam berbagai agenda kepariwisataan dan kebudayaan strategis di tingkat Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, berpesan agar para duta wisata tidak sekadar menjadikan gelar juara sebagai kebanggaan pribadi. Mereka diharapkan menjadi pionir pelestarian budaya sekaligus agen promosi yang memperkenalkan potensi pariwisata Bumi Reog kepada masyarakat luas.
Menurut Lisdyarita, Ponorogo memiliki kekayaan sejarah, tradisi, seni budaya, dan keindahan alam yang menjadi modal besar pengembangan sektor pariwisata. Potensi tersebut meliputi Reog Ponorogo sebagai warisan budaya takbenda yang diakui UNESCO, predikat Kota Kreatif, agenda Karisma Event Nusantara (KEN), Telaga Ngebel, Monumen Reog dan Museum Peradaban, hingga wisata desa dan kuliner khas daerah.
Pemilihan Duta Wisata Kakang Senduk Ponorogo 2026 mengusung tema Digdaya Pramanaraga, yang merefleksikan jati diri dan karakter masyarakat Ponorogo. Pramana Raga dimaknai sebagai kekuatan yang tumbuh melalui olah diri, keteguhan batin, dan kemampuan menempatkan diri.
Keberhasilan empat siswa SMAN 1 Ponorogo dalam ajang tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, berani berkompetisi, serta mengambil bagian dalam pelestarian seni budaya dan promosi pariwisata daerah.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pewaris kebudayaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk tampil sebagai pelaku yang ikut menjaga, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan budaya Ponorogo.

