Lia berharap kegiatan Sarasehan Kebangsaan dapat menjadi ruang komunikasi yang berkelanjutan antara dirinya sebagai anggota MPR RI dengan masyarakat, relawan, serta para konstituen.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritisi berbagai kekurangan dalam sistem politik dan legislasi, tetapi turut memberikan masukan serta aspirasi yang membangun.
“Ruang politik memang tidak ada yang sempurna. Namun, bagaimana kita bersama-sama memperbaiki kekurangan dalam ruang legislasi maupun perpolitikan. Masyarakat harus terus memberikan masukan dan aspirasi yang konstruktif, jangan sampai destruktif,” pungkasnya.
Melalui Sarasehan Kebangsaan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap konstitusi, demokrasi, dan peran lembaga negara semakin meningkat. Selain itu, komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat diharapkan semakin terbuka sehingga berbagai aspirasi dapat menjadi bahan evaluasi dalam mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. (SNT)

