SIDOARJO,KANALINDONESIA.COM : Warga Perumahan Sarirogo Residence, Desa Sarirogo, Kecamatan/ Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, protes lantaran jalan utama di perumahan tersebut rusak di pakai oleh pengembang lain.
Awalnya, warga perumahan Sarirogo Residence tutup mata dengan kegiatan pengiriman material yang dilakukan oleh pengembang itu. Karena akses utama perumahan tersebut bertambah rusak, salah satu warga Perumahan Sarirogo Residence (PSR) menegur pengembang.
“Kami ngomongnya baik-baik sama Awang, (orang suruhan Sukardi,red) , bahwa jalan utama tersebut bertambah becek. Lah kok dia (Awang) malah marah-marah sama kita, bahkan chating by WA dengan kata-kata yang tidak pantas,” kata Agus, warga setempat.
Tidak terima dengan sikap Awang dan Sukardi yang arogan, warga mengajak mediasi di Kantor Pemerintah Desa Sarirogo, untuk meluruskan masalah, pada Senin pagi (16/12/2024).
Didalam forum mediasi, ada 5 tuntutan warga kepada pengembang (Sukardi cs), pertama warga meminta jalan tersebut diuruk, kedua, pavingisasi, ketiga, pembangunan jembatan, keempat, warga meminta sebelum permintaan warga di kabulkan oleh Sukardi, segala kegiatan yang berhubungan dengan kavlingan baru itu di hentikan, terakhir, warga meminta kompensasi dari penjualan per rumah sebesar 1 juta rupiah, untuk biaya perawatan lingkungan.
Mendengar permintaan warga, Sukardi akan meminta kembali lahan tersebut, karena satu petak lahan PSR dan kavlingan baru itu awalannya adalah milik orang tuanya.
Developer PSR, Yudi yang saat itu hadir, menyanggah pernyataan Sukardi.
“Dalam perjanjian awal, pada saat membeli lahan tersebut, awalnya saya memang memberikan akses untuk Sukardi pribadi, tapi kalau di pakai bisnis, kami keberatan, yang jelas kalau ada nilai tambah kepada penghuni kami mempersilahkan, lho dia juga tidak ijin sama saya,” kata Yudi.
Warga juga mendesak, legalitas kavling baru itu, namun tidak bisa menunjukkan, bahkan Sukardi berdalih dia hanya menjual tanah tinggalan orang tuanya.
“Aku mek dodol tanah yang tak petak-petak, soale tak dok kabeh suwe payune, mangkane aku ngongkon Awang dodol,” katanya dengan nada keras.
Lantas siapa Awang ?
Didalam forum mediasi, yang mengabulkan permintaan warga bukan Sukardi namun, Awang. Desas-desusnya Awang yang menangani semua penjualan dan pembangunan tanah kavling itu.
Awang mengatakan bahwa akan menguruk jalan tersebut dengan sirtu, namun realisasinya setelah tahun baru.
“Kami akan bantu pengurukannya, setelah tahun baru,” kata Awang. (Irw)

