Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Promosi Terpadu Bikin Wisata Sumenep Dikenal, Harisandi Tantang Dinas Pariwisata Jatim Lebih Serius Promosikan Wisata Madura

Promosi Terpadu Bikin Wisata Sumenep Dikenal, Harisandi Tantang Dinas Pariwisata Jatim Lebih Serius Promosikan Wisata Madura

SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Madura dengan keragaman budaya dan alam serta peninggalan sejarahnya merupakan tempat yang menarik eksotik dan penuh pesona. Salah satunya Kabupaten Sumenep.
Disini banyak pariwisata yang menarik dan eksotik.
Dengan program yang terus terupdate Kabupaten di ujung timur Madura ini sukses menjadikan wisata sebagai pendongkrak ekonomi warganya. Salah satu yang membuat sukses adalah promosi terpadu.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Harisandi Savari. Harisandi menegaskan betapa pentingnya promosi wisata terpadu, salah satunya di Kabupaten Sumenep untuk mendongkrak ekonomi Madura.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai, selama ini Sumenep masih identik dengan Keraton sebagai ikon budaya, padahal kabupaten paling timur Pulau Madura itu memiliki potensi wisata alam dan tradisi yang tak kalah menarik untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Keraton penting—itu warisan budaya—tapi Sumenep juga punya pantai-pantai dan pulau yang luar biasa, dari Lombang, Slopeng hingga Gili Labak dan Gili Iyang. Ini harus dijadikan paket wisata terpadu sehingga pengunjung tidak hanya mampir sebentar,” ujar Harisandi, Rabu (1/10/2025)

Menurutnya, peningkatan lama tinggal wisatawan akan memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat, mulai dari hotel, kuliner, transportasi, hingga sektor UMKM.

Seperti diketahui, Data kunjungan wisata Kabupaten Sumenep tahun 2024 menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Dengan total 1,7 juta lebih wisatawan domestik dan ratusan wisatawan mancanegara, Sumenep berhasil menjaga konsistensi sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Timur.

Lonjakan wisatawan pada periode libur Natal dan Tahun Baru yang mencapai 140 ribu orang memperlihatkan bahwa Sumenep memiliki daya tarik musiman yang kuat, terutama di destinasi pantai dan wisata budaya. Proyeksi tinggi di Pantai Lombang yang mencapai lebih dari 1,8 juta kunjungan juga menunjukkan konsentrasi minat wisatawan pada ikon wisata bahari yang dimiliki daerah ini.

Namun, variasi angka dari beberapa sumber menunjukkan pentingnya konsolidasi data resmi untuk evaluasi yang lebih akurat. Perbedaan antara capaian hingga Oktober 2024 (1,025 juta kunjungan) dengan laporan lain (1,382 juta kunjungan) mengindikasikan perlunya sinkronisasi antara data pemerintah daerah dan catatan media.

Meski begitu, tren peningkatan tetap terlihat jelas, yang berarti Sumenep memiliki peluang besar untuk terus mengembangkan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi Madura, dengan catatan promosi, fasilitas, dan manajemen destinasi perlu diperkuat agar pertumbuhan kunjungan dapat berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Selain Keraton, Sumenep menawarkan destinasi unggulan lain yang berpotensi besar mendatangkan devisa. Pantai Lombang dan Slopeng terkenal dengan pasir putihnya, sementara Gili Labak dan Gili Iyang digandrungi wisatawan penyuka snorkeling.

Ada juga Goa Soekarno, Puncak Lanjari, hingga kawasan mangrove yang cocok dijadikan wisata alam dan edukasi. Sisi budaya pun tak kalah kaya, mulai dari tari topeng, karapan sapi, hingga situs Asta Tinggi yang sarat sejarah.

Harisandi mengusulkan beberapa langkah untuk memaksimalkan potensi itu. Antara lain, promosi terpadu yang menggabungkan wisata budaya, alam, dan bahari; peningkatan akses transportasi; optimalisasi informasi digital untuk wisatawan; serta pemberdayaan desa wisata agar masyarakat lokal turut merasakan manfaat.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita