PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dalam mengatasi masalah gizi pada balita, termasuk stunting, gizi buruk, dan gizi kurang, yang disebutnya sebagai tantangan serius yang mencerminkan masa depan generasi.
Hal ini disampaikannya dalam acara pemberian makanan bergizi tambahan (PMT) untuk balita di Desa Singkil, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (21/11/2025).
Lisdyarita menyatakan bahwa masalah gizi balita berpotensi menyebabkan perkembangan kognitif dan fisik yang tidak optimal, berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pemkab Ponorogo menjadikan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan daerah dan telah melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi.
Plt Bupati Ponorogo memaparkan hasil dari upaya tersebut, menunjukkan adanya tren penurunan.
“Alhamdulillah, angka stunting di Ponorogo sudah turun. Yang tadinya 8,7 sekarang 7,7,” ungkap Lisdyarita.
Ia menjelaskan bahwa program PMT berfokus pada asupan gizi yang bersumber dari kekayaan lokal.
“Pemberian makanan tambahan berbahan makanan lokal untuk memastikan kecukupan asupan gizi, terutama protein hewani dan pangan lokal yang kaya nutrisi. Bagi kelompok yang paling rentan, ibu hamil dan balita di bawah usia 5 tahun,” lanjutnya.
Lisdyarita juga berpesan kepada para orang tua agar berperan aktif dalam memastikan gizi anak terpenuhi.
“Harapan saya, tadi memberikan informasi ke ibu-ibu untuk memberikan anaknya asupan yang bergizi dan yang pasti, ketika anak ini tidak mau makan, pelan-pelan dipaksa, diajak main, sehingga anak ini mau makan, dan supaya mereka tidak stunting,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lisdyarita mendorong masyarakat untuk memaksimalkan pemanfaatan pekarangan rumah guna menanam sayur-sayuran, khususnya cabai dan bawang merah, sebagai bagian dari upaya peningkatan ketahanan pangan keluarga.
Ia menyebutkan bahwa hasil panen dari pekarangan, seperti bawang, dapat dikumpulkan dan diserahkan ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, Plt Bupati juga mendorong masyarakat untuk beternak, seperti ternak lele dan ayam petelur, yang hasilnya juga bisa diserahkan ke Dapur SPPG. Upaya ini diharapkan dapat menambah nilai ekonomi bagi ibu-ibu di desa tersebut.
Acara pemberian PMT ini merupakan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diserahkan melalui Bakorwil I Madiun. Dalam kesempatan tersebut, Bakorwil I Madiun yang diwakili Kepala Bidang Pembangunan Ekonomi, Cicilia Satyarini Yuliarsi memberikan apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang terlibat di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para kader Posyandu, perangkat desa, serta seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kecamatan yang telah bekerja dengan dedikasi penuh di lapangan,” ujarnya.
Pihaknya berharap semangat kebersamaan ini terus dijaga, karena upaya ini bertujuan agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan.
“Kegiatan ini ,pemberian makanan bergizi akan menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar bagi kemajuan masyarakat di Wilayah Bakorwil 1 Madiun dan Jawa Timur pada umumnya,” pungkasnya.(Tim)

