SURABAYA KANALINDONESIA COM – Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono mengajak emak-emak di Surabaya bijak menggunakan sosmed, dan melakukan pengawasan pada anak-anak dan keluarga nya dalam penggunaan hape terutama sosmed. Alasannya saat ini banyak konten di platform sosmed yang berisi informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya..
“Hari ini penggunaan sosmed itu bebas tanpa sensor dan banyak aplikasi yang disediakan secara gampang. Dengan isi yang bermacam-macam baik itu positif dan negatif. Masalahnya pemerintah juga tidak mampu melakukan sensor atas tayangan atau konten buruk. Maka saya berharap orang tua bijak dalam melakukan pengawasan pada gadget anak-anaknya,” kata Blegur saat reses di Pucang Anom Timur Surabaya, (21/11/2025).
Politisi Golkar ini mengingatkan bahaya yang dihasilkan oleh isi sosmed terhadap generasi muda yang akan menjadi tulang punggung Bangsa dimasa mendatang, “Tadi ada yang menanyakan seputar sosmed ini, dan memang dampak negatifnya juga terasa bagi anak muda Surabaya, seperti judi on line, proksi politik, pornografi dan lain lain. Saya sangat berharap Pemerintah terus berusaha untuk mengklaster tayangan yang tidak layak dikonsumsi anak muda. Disisi lain negara harus berpacu dengan kemampuan Gen Z yang lebih cepat dan pintar dalam mencari info info di Sosmed yang tidak jelas itu benar atau malah hoaks, Disini ini masalahnya,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi makin runyam sebab saat ini kita masih bergantung pada satelit milik negara lain, serta aplikasi yang berpusat di luar negri, “Pemerintah gak punya satelit sendiri, masih nggandol sama (satelit ) negara lain dan aplikasi-aplikasinya buatan negara lain juga,” jelas Blegur.
Blegur yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim ini mengaku prihatin dengan perdebatan-perdebatan politik yang gak ada dampak langsung ke masyarakat, padahal masyarakat butuh kepastian atas nasibnya ke depan. “Kalau yang dibuka itu hal-hal yang berguna sih gak apa-apa. Masalahnya Banyak tayangan yang isinya perdebatan politik, yang harusnya gak perlu ditonton masyarakat. Mereka itu butuhnya bagaimana kehidupannya nyaman, sekolah gratis makan gratis, lapangan pekerjaan mudah. Kalau perdebatan masyarakatnya bingung siapa yang benar, karena hidupnya belum makmur,” kata Blegur.

Wakil rakyat dapil Surabaya ini lantas mengajak ibu-ibu meniru masyarakat Singapura yang sangat bijak menggunakan sosmed dengan memanfaatkannya menjadi ladang usaha berupa jualan online, seperti negara maju lainnya juga yang tidak mau membuka aplikasi atau tayangan dan tidak bermanfaat, “Kita memang harus siap menghadapi globalisasi ini. Tidak membuka tayangan yang tidak berguna. Saya mengajak emak- emak ini gak ikut-ikutan dengan perdebatan proxi politik, mending sosmed nya digunakan jualan online seperti warga Singapura. UMKM-UMKM cerdas memanfaatkan untuk jualan. Gak perlu toko yang besar, tapi memanfaatkan berjualan online,” tandasnya.
Acara yang diikuti oleh tokoh masyarakat dan pejabat RW di Pucang Anom Timur Surabaya ini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan harapan para warga, keinginan bantuan sound sistem dan tikar untuk acara pengajian dan arisan yang belum mereka miliki, juga Masalah banjir, “Selama ini kami pinjam ke warga Pak. Karena kita gak punya,” wadul salah satu pengurus RT.
“Mohon dibantu banjir bisa diminimalisir agar cepat surut Pak, ” curhat warga lainnya.

