Survei Kepuasan Publik : Elektabilitas Wakil Bupati Sidoarjo Unggul, Dinilai Lebih Hadir di Tengah Masyarakat

IRWAN 09 Jan 2026
Survei Kepuasan Publik : Elektabilitas Wakil Bupati Sidoarjo Unggul, Dinilai Lebih Hadir di Tengah Masyarakat

SIDOARJO,KANALINFONESIA.COM : Hasil survei persepsi dan kepuasan publik awal tahun 2026 menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam peta politik Kabupaten Sidoarjo. Elektabilitas Wakil Bupati Sidoarjo tercatat melampaui elektabilitas Bupati, mencerminkan perubahan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap figur kepemimpinan daerah.

Survei yang melibatkan 1.200 responden di 18 kecamatan tersebut memotret simulasi pemilihan kepala daerah serta tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pimpinan daerah. Hasilnya, Wakil Bupati memperoleh tingkat keterpilihan sebesar 47,3 persen, sementara Bupati berada di angka 32,8 persen. Sisanya terbagi pada tokoh alternatif serta responden yang belum menentukan pilihan.

Selisih elektabilitas hampir 15 persen ini dinilai sebagai indikator kuat adanya perbedaan persepsi publik terhadap gaya dan kehadiran kepemimpinan di lapangan.

Pemerhati politik Samsul Hadi, S.E., menilai keunggulan Wakil Bupati tidak semata-mata didorong oleh faktor popularitas, melainkan oleh tingginya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan yang dinilai responsif dan dekat dengan masyarakat.

“Dalam survei kepuasan politik, masyarakat tidak hanya menilai posisi jabatan, tetapi siapa yang mereka rasakan hadir, mendengar, dan merespons langsung persoalan sehari-hari. Wakil Bupati dinilai lebih sering terlihat di ruang-ruang publik tersebut,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Survei juga mencatat, dalam penanganan isu sosial, kegiatan kemasyarakatan, serta respons terhadap keluhan warga, Wakil Bupati lebih banyak diasosiasikan sebagai figur yang aktif turun ke lapangan dan cepat bertindak. Persepsi ini membentuk citra kepemimpinan yang membumi dan mudah diakses oleh masyarakat.

Sementara itu, Bupati cenderung dipersepsikan menjalankan peran administratif dan birokratis. Meski pemerintahan dinilai tetap berjalan, sebagian responden mengaku kurang merasakan kedekatan emosional dengan figur kepala daerah.

Dalam kajian politik, fenomena ini dikenal sebagai “shadow leadership effect”, yakni kondisi ketika wakil kepala daerah justru tampil sebagai figur kepemimpinan utama dalam persepsi publik, baik secara simbolik maupun elektoral.

Samsul Hadi menilai, apabila tren kepuasan dan elektabilitas ini terus berlanjut tanpa evaluasi strategi komunikasi dan kehadiran publik dari pihak Bupati, maka konstelasi politik Sidoarjo berpotensi mengalami perubahan signifikan menjelang kontestasi politik mendatang.

“Elektabilitas adalah refleksi dari tingkat kepuasan dan kepercayaan publik. Ketika kepercayaan itu bergeser, maka arah politik daerah juga ikut bergerak,” pungkasnya.

Editor : Irwan