JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Pasar logam mulia Indonesia mencatatkan sejarah baru pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) meroket tajam hingga menyentuh level Rp3.027.000 per gram. Lonjakan fantastis ini menjadi perbincangan hangat di kalangan investor, mengingat kenaikannya yang mencapai lebih dari 15 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Fenomena ini terjadi di tengah lesunya instrumen investasi lain, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang mengalami tekanan hebat. Kenaikan harga emas yang melampaui ekspektasi banyak pihak ini memicu antrean panjang warga di berbagai butik emas logam mulia untuk melakukan transaksi, baik pembelian maupun aksi ambil untung (profit taking).
Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk memberikan penjelasan terkait faktor utama di balik penyesuaian harga yang signifikan ini.
“Kenaikan harga emas domestik saat ini sangat dipengaruhi oleh kombinasi antara fluktuasi harga emas dunia dan nilai tukar Rupiah. Emas tetap menjadi instrumen safe haven utama ketika kondisi pasar global sedang tidak menentu. Kami melihat animo masyarakat tetap tinggi karena kepercayaan terhadap nilai intrinsik emas sebagai pelindung kekayaan atau wealth protection di tengah inflasi,” ujar Sekretaris Perusahaan Antam dalam keterangan resminya.
Senada dengan hal tersebut, pengamat pasar uang dan komoditas melihat bahwa situasi ini merupakan respon alami pasar terhadap ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi di beberapa negara maju.
”Secara teknikal, emas telah menembus level psikologis baru. Investor global sedang melakukan diversifikasi portofolio secara besar-besaran keluar dari aset berisiko. Namun, masyarakat perlu tetap berhati-hati. Meskipun trennya naik, potensi koreksi harga tetap ada jika situasi geopolitik mendadak mereda. Saran saya, gunakan strategi dollar cost averaging atau beli secara bertahap daripada terjebak panic buying di harga puncak,” ungkap Kepala Riset Komoditas salah satu bank investasi terkemuka.
Di sisi lain, pemerintah melalui otoritas moneter terus memantau pergerakan harga komoditas ini agar tidak menimbulkan spekulasi berlebihan yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan. Meskipun harga emas yang tinggi menguntungkan bagi pemegang aset lama, lonjakan ini juga menjadi sinyal bagi para pembuat kebijakan untuk mewaspadai potensi kenaikan inflasi lebih lanjut.
Hingga sore ini, volume perdagangan emas di berbagai platform digital dan fisik dilaporkan meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa. Para pakar memprediksi jika tensi global tidak segera mendingin, bukan tidak mungkin harga emas akan kembali mencari titik keseimbangan baru di level yang lebih tinggi pada akhir kuartal pertama tahun ini.

