Gempa Magnitudo 6,4 Pacitan Rusak Rumah dan Masjid di Ponorogo
PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Gempabumi berkekuatan magnitudo M6,4 yang berpusat di Tenggara Pacitan pada Jumat (6/2/2026) berdampak hingga ke wilayah Kabupaten Ponorogo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo melaporkan sejumlah rumah tinggal, gudang, hingga fasilitas ibadah mengalami kerusakan akibat guncangan tersebut.
Berdasarkan data BMKG, episenter gempa terletak di koordinat 8,99 LS – 111,18 BT dengan kedalaman 58 km. Aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia ini memicu getaran yang dirasakan nyata di dalam rumah oleh warga Ponorogo dengan intensitas III MMI.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menyatakan bahwa hingga tengah hari ini tercatat empat rumah tinggal, satu gudang penyimpanan, dan satu masjid terdampak kerusakan.
Kerusakan paling signifikan terjadi di Kelurahan Surodikraman, di mana satu rumah dilaporkan roboh dan tidak layak huni.
“Kami merekomendasikan keluarga Ibu Paniyem di Kelurahan Surodikraman untuk mengungsi ke rumah kerabat karena kondisi bangunan tanpa tulangan besi tersebut sangat membahayakan dan sudah tidak bisa dihuni lagi,” ujar Masun dalam keterangannya, Jumat (6/2).
Selain di Surodikraman, kerusakan rumah juga terjadi di Desa Nglewan (Kecamatan Sambit) dan Desa Gombang (Kecamatan Slahung) dengan kondisi tembok atau atap dapur yang ambruk. Sementara itu, sebuah gudang di Desa Bogem (Kecamatan Sampung) mengalami kerusakan rangka atap, dan sebuah masjid di Kelurahan Singosaren (Kecamatan Jenangan) melaporkan jatuhnya genteng.
Pihak BPBD Ponorogo saat ini telah melakukan kaji cepat dan koordinasi lintas sektor untuk pembersihan puing-puing bangunan.
Petugas juga mulai mendistribusikan bantuan logistik kedaruratan berupa paket sandang, peralatan kebersihan, serta lansia kit kepada para korban.
Pemerintah daerah melalui BPBD juga mengusulkan pemenuhan hak dasar berupa pembangunan rumah hunian baru bagi korban yang rumahnya mengalami rusak berat dan membahayakan keselamatan jiwa.











