Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL CIREBON

Rambut Sewu: Satu Langkah Getih”, Teror Ritual dan Kutukan Berdarah dalam Balutan Horor Psikologis

Rambut Sewu: Satu Langkah Getih”, Teror Ritual dan Kutukan Berdarah dalam Balutan Horor Psikologis

CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Industri perfilman Tanah Air kembali diramaikan kehadiran film horor supranatural bertajuk Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Film ini mengangkat kisah tentang sebuah keputusan kecil yang berujung pada kutukan berdarah, memadukan ritual mistis, mitos lokal, dan tekanan psikologis yang perlahan menggerogoti kehidupan tokoh utamanya.

Produser film, Zakir Rasyidin, mengungkapkan bahwa judul tersebut bukan sekadar nama, melainkan inti dari keseluruhan cerita.

“Judul itu melambangkan satu keputusan kecil yang membawa seseorang masuk ke dunia gelap penuh ritual, kutukan, dan konsekuensi berdarah. ‘Satu langkah getih’ menjadi simbol bahwa satu pilihan yang salah bisa mengubah hidup seseorang selamanya,” ujarnya.

Menurut Zakir, film ini menggabungkan unsur horor supranatural dengan nuansa thriller untuk menciptakan ketegangan yang lebih dramatis dan intens. Perpaduan tersebut diharapkan mampu memberi pengalaman berbeda bagi penonton, bukan hanya rasa takut, tetapi juga ketegangan psikologis yang mendalam.

Cerita berpusat pada Wulan, seorang perempuan yang pindah ke sebuah desa demi pekerjaan sambil merawat ibunya yang sakit. Ia menyewa rumah tua dengan harga murah tanpa mengetahui sejarah kelam yang menyelimuti bangunan tersebut.

Rumah itu ternyata memiliki keterkaitan dengan seorang gadis bernama Marni. Sejak tinggal di sana, Wulan mulai mengalami mimpi-mimpi ganjil, berjalan saat tidur, hingga muncul luka misterius di tubuhnya. Teror memuncak ketika terungkap bahwa arwah Marni terikat ritual hitam dan berusaha merebut tubuh Wulan sebelum 40 hari berakhir.

Dalam kondisi terdesak, Wulan dibantu seorang wartawan dan saksi masa lalu untuk memutus kutukan tersebut sebelum semuanya terlambat.

Zakir menjelaskan, ide cerita terinspirasi dari kisah-kisah ritual dan mitos Jawa yang masih hidup di tengah masyarakat, khususnya tentang perjanjian gaib yang selalu menuntut pengorbanan besar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa film ini merupakan karya orisinal yang dikembangkan menjadi narasi fiksi yang sinematik.

Sejumlah aktor dipercaya menghidupkan karakter dalam film ini, di antaranya Wavi Zihan sebagai Wulan, Taskya Namya sebagai Marni, Yusuf Mahardika sebagai Damar, serta aktor senior Donny Alamsyah sebagai Suradi.

Proses pemilihan pemain dilakukan melalui diskusi panjang antara Zakir dan sutradara Hanny Saputra. Kecocokan karakter, kemampuan akting, hingga chemistry antar pemain menjadi pertimbangan utama.

“Tantangan terbesar mereka adalah membangun emosi yang intens, terutama pada adegan kerasukan, konflik batin, dan situasi psikologis yang ekstrem,” kata Zakir.

Sebelum syuting dimulai, para pemain menjalani reading, diskusi karakter, hingga latihan emosi dan blocking agar relasi antar tokoh terasa natural di layar.

Untuk memperkuat atmosfer mencekam, proses pengambilan gambar dilakukan di wilayah Tegal dan Wonosobo serta area pedesaan dan hutan di sekitarnya. Namun, lokasi terpencil dan faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri, ditambah adegan fisik yang cukup menguras energi para pemain.

Dari sisi visual, film ini mengusung pendekatan gelap, atmosferik, dan realistis. Kamera dibuat intim agar penonton seolah-olah ikut merasakan teror yang menghantui karakter.

Melalui film ini, Zakir berharap penonton tak hanya mendapatkan ketakutan, tetapi juga pesan moral.

“Setiap jalan pintas yang ditempuh dengan cara gelap akan menuntut harga mahal, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar,” tegasnya.

Saat ini, proses produksi masih berlangsung. Syuting dijadwalkan dimulai pada 25 Februari dan ditargetkan rampung pada 15 Maret 2026, dengan jadwal pengambilan gambar yang cukup intensif.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita