GRESIK,KANALINDONESIA.COM – Kepedulian dan respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Gresik dalam menangani puluhan calon penumpang tujuan Pulau Bawean yang sempat terlantar di Pelabuhan Gresik. Sebanyak 60 orang yang gagal berangkat akibat kehabisan tiket akhirnya mendapatkan solusi dan kepastian keberangkatan.
Peristiwa ini terjadi saat para calon penumpang kapal KM Gili Iyang tidak mendapatkan tiket untuk jadwal keberangkatan pukul 20.00 WIB. Situasi diperparah oleh beredarnya informasi yang tidak akurat terkait penambahan kuota penumpang, sehingga memicu lonjakan antrean.
Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution langsung turun tangan. Bersama pihak Pelindo, kepolisian bergerak cepat memastikan para penumpang tetap terlayani dengan baik selama menunggu kepastian.
“Kami berupaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Tempat istirahat sementara telah disiapkan, serta bantuan makanan dan minuman juga kami distribusikan,” ujar Kapolres.
Tak hanya itu, Polres Gresik juga menjalin koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait, termasuk ASDP, KSOP, serta operator pelayaran Express Bahari.
Hasil koordinasi tersebut membuahkan solusi konkret. Seluruh penumpang yang sempat tertunda dijadwalkan berangkat pada Kamis (19/3/2026) menggunakan kapal Express Bahari.
Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir dalam setiap situasi yang menyangkut kepentingan masyarakat. “Kami pastikan seluruh penumpang dapat berangkat dengan aman dan tertib. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.
Langkah sigap dan sinergi lintas instansi ini menjadi wujud nyata kehadiran aparat dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi masyarakat, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas jelang arus mudik.

