BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Gonjang – ganjing keberadaan pupuk ditingkat akar rumput (petani) saat Musim Tanam tahun 2026 (MT2026) ini, dikabarkan mengalami kelangkaan dan harganya juga membubung hingga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Disampaikan dalam bentuk keluhan oleh salah satu warga (petani) asal Desa Buluh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan – Jatim yang emoh namanya ditulis.
Menurut penjelasanya, pupuk langka dan tiba – tiba menghilang saat memasuki musim tanam seperti sekarang ini, dari dulu hingga sekarang sudah sering terjadi. Bahkan harga pupuk juga bisa naik sampai Rp. 120 ribu/sak. Itupun sulit nyarinya.
“Saya bingung, saat musim tanam seperti sekarang ini, kemana harus beli pupuk dan bisa dipastikan harganya juga diatas HET, “curhatnya kepada awak media KI.COM, Senin, (13/4/2026).
Sementara itu, dari hasil konfirmasi dengan Kepala Plt. Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (PERTAPAHOTBUN) Kabupaten Bangkalan melalui Kabid. Sarana Prasarana (Sarpras), Yuniati Farida. Pihaknya menepis tudingan yang tidak benar itu dan membantah keras isu kelangkaan pupuk serta harga pupuk naik diatas HET sambil memperlihatkan dan memperdengarkan hasil vidio percakapan 2 orang stafnya dengan Kepala Desa Buluh kepada awak media KI. COM. Disebutkan bahwa persedian pupuk untuk MT 2026 mencukupi dan harganya sesuai HET yakni Rp. 90 ribu/sak.
“Persedian pupuk mencukupi dan harganya sesuai ketentuan HET Rp. 90 ribu/sak, “tepis Kabid Sarpras, Yuniati Farida.
Lebih lanjut Yuniati berjanji akan kembali turun kelapangan bersama stafnya untuk melakukan cek in ricek sampai ke tingkat pengecer yang paling bawah. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, kesimpangsiuran harga yang membuat petani resah dan menghindari isu – isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan diragukan kebenarannya.
“Kami siap turun kebawah lagi untuk menepis tudingan terkait kelangkaan pupuk dan meluruskan harga pupuk sudah sesuai HET, ” pungkasnya.

