SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meninjau langsung kondisi Gedung Joeang 45 yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (18/05/2026). Dalam kunjungannya, Wabup Mimik menyoroti kondisi bangunan bersejarah tersebut yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Gedung peninggalan sejarah era kolonial Belanda dan Jepang itu direncanakan akan direnovasi sekaligus dilestarikan sebagai bagian dari cagar budaya Kabupaten Sidoarjo.
“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus memperjuangkan dan memperbaiki gedung ini. Jangan sampai peninggalan sejarah seperti ini hilang atau tidak terawat,” ujar Mak Mimik saat meninjau sejumlah bagian bangunan.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi gedung yang mulai rusak di beberapa bagian, terutama pada area atas bangunan yang dinilai sudah tidak layak. Menurutnya, Pemkab Sidoarjo akan segera mencari solusi agar proses renovasi dapat segera direalisasikan.
“Kita ingin mengembalikan bentuk gedung seperti aslinya. Tinggal direnovasi dan dirawat dengan baik agar nilai sejarahnya tetap terjaga,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, Mak Mimik juga menemukan sejumlah benda bersejarah yang masih tersimpan di dalam gedung, seperti koin lama, bendera, hingga replika senjata kayu. Ia menegaskan seluruh peninggalan tersebut harus dijaga dan dirawat agar tidak hilang.
“Benda-benda bersejarah ini harus kita pertahankan. Jangan sampai hilang karena kurang perhatian,” tegasnya.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, khususnya bagian aset, untuk lebih serius memperhatikan keberadaan Gedung Joeang 45 sebagai salah satu aset sejarah daerah.
Sementara itu, salah satu staf Gedung Joeang 45, Siti Astutik, mengaku senang atas kunjungan Wakil Bupati Sidoarjo tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah dapat membawa perubahan terhadap kondisi gedung yang selama ini kurang terawat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bu Wabup atas kunjungannya pagi ini. Kami berharap peninggalan zaman kolonial Belanda dan Jepang ini dapat terawat dengan baik,” ujarnya. (*)

