Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JAKARTA

Mengenang Kelamnya Blok M Era 90-an, Kini Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Modern

Mengenang Kelamnya Blok M Era 90-an, Kini Bertransformasi Menjadi Ruang Publik Modern

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Kawasan Blok M yang kini dikenal sebagai pusat kuliner, transportasi, dan gaya hidup modern ternyata menyimpan sejarah panjang yang tidak terlupakan. Pada pertengahan dekade 1990-an, Terminal Blok M pernah menjadi salah satu titik rawan yang diwarnai aksi premanisme, kriminalitas jalanan, hingga bentrokan yang melibatkan pelajar.

Saat itu, Terminal Blok M dan kawasan sekitarnya, termasuk Bulungan, merupakan pusat aktivitas warga Jakarta Selatan. Selain menjadi terminal utama, kawasan ini juga dikenal sebagai tempat berkumpul para pelajar dari berbagai sekolah dan pusat perbelanjaan pakaian yang ramai dikunjungi masyarakat.

Namun, di balik keramaiannya, Blok M kala itu kerap diwarnai gesekan antara pelajar dengan oknum preman, copet, maupun kelompok pemuda yang diduga sering melakukan pemalakan terhadap siswa, termasuk pelajar SMT Penerbangan Blok M yang kini dikenal sebagai SMKN 29 Jakarta.

Konflik besar disebut pecah ketika beberapa siswa menjadi korban pemalakan dan perampasan atribut sekolah saat hendak pulang menggunakan angkutan umum. Peristiwa itu kemudian menyulut solidaritas antar pelajar yang pada masa tersebut sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan nama baik sekolah.

“Kasus pemalakan ini dilaporkan kepada rekan-rekan mereka di sekolah. Di dunia STM era 90-an, harga diri sekolah dan solidaritas antar kawan atau korps adalah hal yang paling utama,” ujar Danang, salah seorang pelajar yang mengaku berada di lokasi pada masa itu.

Meski demikian, Danang berharap peristiwa tersebut cukup menjadi bagian dari sejarah dan tidak kembali terulang.”Cerita ini cukup hanya dikenang saja, jangan sampai terulang kembali,” ujarnya.

Peristiwa yang terjadi pada tahun 1995 itu kemudian menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat keamanan. Operasi besar-besaran dilakukan untuk membersihkan kawasan Terminal Blok M dari aksi premanisme dan tindak kriminal demi mengembalikan rasa aman bagi masyarakat.

Selain itu, pihak sekolah SMT Penerbangan saat itu juga memperketat pengawasan terhadap para siswa. Berbagai sanksi tegas diberlakukan bagi mereka yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan, sementara patroli gabungan sekolah dan aparat keamanan rutin dilakukan, terutama di jalur pulang sekolah kawasan Blok M dan Bulungan.

Bagi sebagian masyarakat Jakarta, peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan sejarah yang menggambarkan kerasnya kehidupan perkotaan pada era 1990-an. Namun seiring berjalannya waktu, kawasan Blok M mengalami transformasi besar.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita