PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah milik Mesdi warga di Dukuh Trenceng, RT 05 RW 02, Desa Mrican, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Senin(29/06/2026. Peristiwa yang mengejutkan warga setempat tersebut terjadi pada sore hari dan diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik.Kobaran api pertama kali terlihat muncul dan mulai membesar sekitar pukul 15.30 WIB.
Api tampak berkobar hebat di dalam ruangan dan dengan cepat merambat ke bagian atas bangunan. Korbanan api tersebut bahkan menyebabkan struktur atap dan genteng rumah berbahan kayu hangus hingga ambruk total.
Kepala Dusun Trenceng, Nurhadi, membenarkan adanya insiden kebakaran yang menimpa salah satu warganya tersebut.
Ia menjelaskan bahwa material bangunan yang mudah terbakar membuat api merembet dengan sangat cepat.
“Benar, terjadi kebakaran rumah milik Bapak Mesdi warga kami di RT 05 RW 02 sekitar pukul 15.30 WIB. Dugaan sementara dari warga dan ketua RT setempat, kebakaran ini diperkirakan karena korsleting listrik,” ujar Nurhadi.
Nurhadi menambahkan, pihak perangkat desa bersama warga bergerak cepat untuk membantu proses evakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan dari dalam rumah korban.
Situasi di lokasi sempat diwarnai kepanikan karena posisi kabel listrik yang masih menjuntai di atas bangunan yang terbakar. Sejumlah warga terdengar mengkhawatirkan arus listrik yang belum sepenuhnya padam sembari terus berteriak meminta bantuan warga lain untuk menghubungi pihak terkait.
Warga sekitar bergotong-royong mencoba menjinakkan api dengan menggunakan selang air kecil dan peralatan seadanya, mereka menyemprotkan air ke arah dalam ruangan dan bagian atap guna melokalisasi api agar tidak merembet ke area perkebunan maupun rumah warga di sekitarnya.
Hingga saat ini, belum ada rincian resmi mengenai total kerugian materiil maupun laporan korban jiwa akibat insiden tersebut. Pihak perangkat dusun mengimbau masyarakat luas untuk selalu memeriksa kelayakan instalasi listrik di rumah masing-masing guna mengantisipasi risiko kebakaran serupa.

