Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PONOROGO

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Dibuka Last Child, Darboy Band Tampil di Penutupan

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 Dibuka Last Child, Darboy Band Tampil di Penutupan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 bakal menghadirkan grup musik Last Child pada pembukaan dan Darboy Band pada penutupan. Pemerintah Kabupaten Ponorogo menyiapkan dua penampilan musik tersebut untuk memeriahkan rangkaian acara yang berlangsung pada 3–6 November 2026.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, kegiatan ini juga memadukan pameran inovasi dan teknologi, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Festival Musik Antarpelajar, serta pemberian penghargaan kepada wajib pajak yang patuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengajak masyarakat meramaikan kegiatan tersebut sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk melihat beragam inovasi dan produk unggulan yang ditampilkan.

“Ayo masyarakat Ponorogo bareng-bareng kita datang ke acara pameran tersebut sambil melihat konser musik,” kata Lisdyarita.

Ia menjelaskan, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 menjadi upaya pemerintah daerah menghadirkan kegiatan baru yang melibatkan berbagai sektor. Pemkab ingin menggabungkan hiburan, promosi produk, dan inovasi dalam satu agenda yang dapat dinikmati masyarakat.

Lisdyarita mengatakan, penyelenggaraan tahun ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan konsep pameran yang lebih luas. Tingginya antusiasme dari kalangan pendidikan dan peserta lainnya menunjukkan besarnya minat terhadap kegiatan tersebut.

“Kita ini mencoba untuk berbuat sesuatu yang baru untuk Ponorogo. Kami ingin adanya Inotek ini bisa membangkitkan PAD ke depannya,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkenalkan program dan inovasi masing-masing. Kolaborasi itu diharapkan tidak hanya terlihat selama pameran, tetapi juga berlanjut dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari inovasi pemerintahan, produk UMKM, ekonomi kreatif, hingga kreativitas generasi muda.

Menurut Judha, setiap OPD memiliki keunggulan yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat. Karena itu, penyelenggara menyatukan sejumlah program unggulan dalam satu rangkaian acara.

Salah satunya Festival Musik Antarpelajar yang memberikan ruang bagi pelajar SMA sederajat dan mahasiswa untuk menampilkan bakat serta kreativitas mereka. Kegiatan tersebut diharapkan kembali menggairahkan aktivitas seni musik di kalangan generasi muda Ponorogo.

Selain itu, bazar UMKM akan menjadi sarana promosi produk lokal. Pameran juga direncanakan menghadirkan produk ekonomi kreatif, kuliner, serta berbagai produk komersial, termasuk kendaraan listrik.

Rangkaian kegiatan turut mencakup Ponorogo Inotek Award dan Expo Inotek 2026 yang dikoordinasikan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Tax Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak yang tertib memenuhi kewajibannya.

Plt Kepala Bapperida Ponorogo, Luhur Apidianto, mengatakan Inotek Award menjadi langkah untuk mendorong lahirnya inovasi baru sekaligus meningkatkan indeks inovasi daerah. Kompetisi ini melibatkan unsur pendidikan, OPD, kesehatan, dan pemerintah desa.

Ajang tersebut mencakup tujuh kategori, yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi, OPD, kesehatan, pemerintah desa, dan kategori terinovatif. Inovasi yang terpilih diharapkan tidak berhenti sebagai peserta kompetisi, tetapi terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan daerah.

Melalui perpaduan konser musik, pameran inovasi, bazar UMKM, dan kegiatan apresiasi, Pemkab Ponorogo berharap Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 menjadi daya tarik bagi masyarakat sekaligus membuka ruang promosi bagi pelaku usaha dan inovator lokal.

Kehadiran Last Child pada pembukaan dan Darboy Band pada penutupan menjadi salah satu daya tarik utama untuk mengundang masyarakat menikmati rangkaian kegiatan tersebut.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita