SURABAYA KANALINDONESIA.COM – Gerakan cepat pihak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Kepolisian Republik Indonesia mengusut sejumlah dugaan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik mendapat apresiasi dan dukungan penuh Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) diberbagai daerah.
Setelah Medan , kini giliran Tengerang yang menyatakan kegembiraannya atas langkah cepat Polisi ini. Ketua DPC Kabupaten Tangerang, Abudin, tegas menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri
Langkah cepat ini menurut Abudin, sangat membantu menumbuhkan ketenangan di masyarakat, terutama terkait dengan pemenuhan pasokan batu bara yang diduga berdampak pada terjadinya pemadaman listrik (blackout) di Sumatera dan sejumlah wilayah Indonesia, tentu termasuk kasus korupsi lain di Indonesia.
Ia menilai pengusutan kasus tersebut penting untuk memastikan tata kelola sektor strategis berjalan transparan dan akuntabel.
“Dugaan korupsi yang berdampak pada pelayanan publik, termasuk kelistrikan, harus diusut hingga tuntas. Blackout yang terjadi bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menurunkan daya saing Indonesia di mata dunia. Kami mendukung penuh langkah Kortastipidkor Polri untuk mengungkap siapa pun yang terlibat,” ujar Abudin, Jumat (10/7/2026).
Dengan melakukan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, kata Abudin membuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum terus meningkat.
“Penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera sekaligus menciptakan iklim investasi dan pembangunan yang lebih sehat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi terkait tiga dugaan perkara korupsi yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.
Penggeledahan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya sebuah money changer, kafe de’Clan Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, serta sebuah rumah di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik menyita berbagai barang bukti, mulai dari emas batangan, valuta asing bernilai miliaran rupiah, hingga perangkat elektronik.
Penyidik juga kembali melakukan penggeledahan di sebuah ruko di Cipete dan membawa sejumlah barang bukti berupa koper besar, tas jinjing, serta monitor komputer untuk kepentingan penyidikan.
Menutup pernyataannya, Abudin berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan.
“Semoga Polri diberikan kekuatan dalam menjaga keadilan bagi bumi pertiwi. Kami berharap Polri semakin Presisi dan terus konsisten memberantas korupsi demi kepentingan bangsa dan masyarakat,” pungkasnya. Nang

