Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL CIREBON

KONI Kota Cirebon Genjot Persiapan Porprov Jabar 2026, Bidik Kembali Peringkat 10 Besar

KONI Kota Cirebon Genjot Persiapan Porprov Jabar 2026, Bidik Kembali Peringkat 10 Besar

CIREBON, KANALINDONESIA.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Targetnya jelas, mengembalikan prestasi Kota Cirebon ke jajaran 10 besar seperti yang pernah dicapai pada Porprov 2014 dan 2018.

Persiapan dilakukan dengan memperkuat pembinaan atlet dan memetakan peluang medali dari setiap cabang olahraga (cabor). Dari total 42 cabor yang diikuti, sebanyak 38 cabor telah berhasil meloloskan atletnya ke babak utama Porprov Jawa Barat 2026.

Ketua Umum KONI Kota Cirebon, M. Handarujati Kalamullah, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kesiapan atlet menjelang pertandingan utama.

Menurut Andru, sapaan akrab M. Handarujati Kalamullah, keberhasilan Kota Cirebon meraih prestasi membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk pengurus cabor, atlet, pelatih, pemerintah daerah, dan stakeholder olahraga lainnya.

“Saya percaya dengan kerja sama semua pihak, prestasi yang kita harapkan pada Porprov nanti akan tercapai,” ujar Andru, 7 Januari 2026.

Ia menambahkan, program pembinaan atlet akan terus dimaksimalkan. Dukungan sarana dan prasarana olahraga milik Pemerintah Kota Cirebon juga akan dioptimalkan untuk menunjang persiapan atlet.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI Kota Cirebon, Deddy Yudianto, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap atlet dan cabor yang memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali.

“Kami sedang mendata atlet dan cabor potensial berdasarkan peringkat serta peluang meraih medali. Atlet yang nanti berlaga di babak utama Porprov tentu yang terbaik dan membawa harum nama Kota Cirebon,” kata Deddy.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kota Cirebon, Sri Sundari, menambahkan bahwa dalam waktu dekat KONI akan kembali memanggil para pengurus cabor untuk melakukan evaluasi dan pemetaan kekuatan.

Langkah tersebut dilakukan sesuai arahan KONI Jawa Barat melalui penerapan sistem DESK, yakni Data, Evaluasi, Strategi, dan Kemenangan.

“Sesuai arahan KONI Jawa Barat, kami akan menerapkan sistem DESK, yakni Data, Evaluasi, Strategi, dan Kemenangan,” ujar Sri.

Menurut Sri, sistem DESK akan menjadi salah satu instrumen penting bagi pengurus cabor dalam menyusun strategi menghadapi Porprov Jawa Barat 2026. Data dan hasil evaluasi akan menjadi dasar dalam menentukan strategi pembinaan serta peluang perolehan medali.

Selain pembinaan atlet, pemanfaatan sarana olahraga di kawasan Bima juga menjadi perhatian KONI. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung program latihan dan pembinaan atlet berprestasi.

Karena itu, KONI Kota Cirebon akan terus memperkuat koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon agar penggunaan fasilitas olahraga dapat menunjang kebutuhan pembinaan atlet.

Target kebangkitan prestasi tersebut menjadi penting jika melihat perjalanan Kota Cirebon dalam beberapa gelaran Porprov terakhir.

Pada Porprov Jawa Barat 2014, Kota Cirebon mampu menempati peringkat 10 besar dengan raihan 20 medali emas. Prestasi tersebut kembali dipertahankan pada Porprov 2018 dengan 18 medali emas dan tetap berada di jajaran 10 besar.

Namun, pada Porprov Jawa Barat 2022, posisi Kota Cirebon merosot ke peringkat 19 meski berhasil mengoleksi 13 medali emas.

Porprov Jawa Barat 2026 pun menjadi momentum bagi KONI Kota Cirebon untuk kembali meningkatkan prestasi. Dengan 38 cabor yang telah memastikan tiket ke babak utama, KONI optimistis peluang untuk memperbaiki peringkat sekaligus kembali bersaing di papan atas terbuka lebar.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita