PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Miran, seorang warga Desa Bekare, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo sukses menyulap limbah kaca menjadi barang yang berkelas dan berguna. Mahakarya tangan- tangan terampil yang diasah oleh rasa dan ketekunan itu kini dapat menjadi barang dengan nilai jual yang sangat tinggi.
Bermula dari tahun 2017 ketika ia pulang dari perantauan dan tidak memiliki pekerjaan tetap, Miran berinisiatif untuk memanfaatkan limbah-limbah kaca yang berada di sekitar rumahnya menjadi sebuah kerajinan yang dapat diperjualbelikan.
“Selain proses pembuatanya yang tidak terlalu rumit dan banyaknya limbah kaca di sekitar rumah,, kerajinan ini kan juga sekaligus dapat mengurangi sampah non-organik. Jadi fikir saya jika ini bisa menghasilkan dan dapat membantu menjaga alam kenapa harus membuat kerajinan yang lain,” ucapnya.
Produk ini terlihat sangat unik dan sangat cocok sekali untuk dijadikan hiasan karena memiliki bentuk yang sangat bervariasi seperti menara eiffel, monas, kaligrafi, pot bunga,dan lain sebagainya. Miran juga menjelaskan bahwa harga yang ditawarkannya pun bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga belasan juta rupiah, tergantung dari tingkat kerumitan dalam pengerjaannya.
Untuk pemasarannya sendiri Miran mengatakan bahwa ia memanfaatkan sosial media sebagai media untuk menjual karya-karya miliknya.
“Kalau dulu saya biasanya lewat whatsApp dan facebook untuk media pemasarannya. Namun karena sekarang sudah banyak customer yang pindah ke Instagram akhirnya saya juga menggunakan Instagram untuk mempromosikan produk saya,” tegas Miran, Selasa,( 2/11/2021)
Untuk kendalanya sendiri, Miran menjelaskan bahwa ia belummemiliki karyawan untuk membantunya memproduksi karya seni miliknya ini. Selama ini ia masih mengerjakannya sendiri sehingga belum dapat memproduksi dalam jumlah yang besar.
Kedepannya ia berharap dapat mempunyai karyawan dan peralatan yang mumpuni sehingga dapat memproduksi dalam jumlah yang besar dan dapat tembus hingga pasar internasional.(In)
