Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL BANGKALAN

Pengunjung PRB Bangkalan Membeludak, Stan Dimsum Ayu dan Es Jadul Kompeni, Laris Manis

Pengunjung PRB Bangkalan Membeludak, Stan Dimsum Ayu dan Es Jadul Kompeni, Laris Manis

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Memasuki hari kedua, tepatnya Minggu, (25/10/2026) pelaksanaan Pekan Raya Bangkalan (PRB) yang dipusatkan dialun-alun selatan kota Bangkalan. Diluar dugaan pengunjung membeludak membanjiri stan – stan yang menawarkan aneka ragam hiburan kayak pasar malam. Termasuk kebutuhan sandang, pangan, kuliner kekinian dan jajanan kas tempo dulu (jadul), diserbu habis- habisan.

Satu lagi yang sempat menyedot perhatian dan menggoda pengunjung untuk mendekat adalah stan Dimsum Ayu dan Es Jadul Kompeni. Puluhan pengunjung antri untuk dilayani karena diduga mencicipi es jadul yang mulai langka dipasaran dan hanya bisa dinikmati pada momen- momen tertentu saja, seperti mengenang masa lalu

Secara tidak langsung pengaruhnya dirasakan mampu mendongkrak perputaran ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tak hanya itu, deretan produk kuliner lokal juga tak luput dari serbuan pembeli hingga banyak stan di PRB tersebut ludes terjual jauh sebelum jam operasional acara berakhir.

Disisi lain, lonjakan omzet dari dampak serbuan pembeli, dirasakan langsung oleh Ayu, pemilik UMKM Dimsum Ayam, serta manajemen Es Jadul Kompeni yang menempati stan nomor 4 klaster HIPMI. Harus diakui keberhasilan mereka dalam mencatatkan rekor penjualan tercepat dengan menghabiskan seluruh stok bahan baku hanya dalam hitungan jam ludes dibeli pengunjung. Patut diberi acungan jempol.

“Alhamdulillah, dalam dua hari ini stan kami dan beberapa rekan UMKM lainnya sudah sold out lebih awal. Bagi warga Bangkalan yang belum mampir dan tidak sempat mencicipi kuliner kami di stan nomor 4 HIPMI. Ditunggu kehadiranya, undang salah satu penggiat kuliner, Senin, (26/10/2026).

Sementara itu, Ketua Panitia Pekan Raya Bangkalan 2026 dari Kadin Bangkalan, Supyani, membenarkan fenomena dagangan ludes ini setelah memantau langsung pergerakan pengunjung di Alun-Alun. Tingkat kunjungan terbukti tetap konsisten memadati area pameran sejak sore hari hingga menjelang malam.

“Pengunjung di hari pertama dan kedua membludak di luar ekspektasi kami. Banyak stan terpaksa tutup duluan karena kehabisan stok. Sedangkan pedagang yang rumahnya tidak jauh dari lokasi PRB, bolak-balik mengirim stok tambahan seperti es dan makanan olahan demi kepuasan penikmat jajanan dan es jadul,” ucap Yani.

Lebih lanjut Supyani mengatakan bahwa dengan kondisi pasar yang sangat potensial tersebut. Dia yakin para pelaku UMKM diproyeksikan mampu mencapai titik impas investasi dengan waktu yang sangat singkat. Nilai sewa lapak yang ditawarkan oleh pihak Kadin dinilai sangat sebanding dengan laba harian yang diperoleh para pedagang.

“Biaya sewa stan PRB sebesar 1 juta terbilang murah. Pemilik stan yakin dalam tempo 3 hari sudah balik modal,” tandasnya.

Untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan bisa dipertanggung jawabkan, Mulai malam nanti Kadin Bangkalan berencana akan menerjunkan tim khusus untuk melakukan survei dan riset omzet berkala di setiap stan. Survei ini juga difokuskan untuk mendata keunggulan stan dari 18 kecamatan yang terbukti sukses memamerkan produk lokal yang unik dan harganya terbilang murah. Agar diwaktu mendatang bisa dipromosikan ke tingkat pasar yang lebih luas.

“Kalau PRB ini dinilai berhasil, diwaktu berikut PRB akan kita lanjutkan ke tingkat kecamatan, ” pungkasnya. (sy).

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita